Kamis, 14 September 2017

manajemen perkantoran

BAB I
PENDAHULUAN


A.                Latar Belakang
Komunikasi merupakan aktifitas dasar manusia. Melalui komunikasi manusia dapat saling berhubungan satu sama lain baik dalam kehidupan seharihari di rumah ditempat kerja, pasar, masyarakat, atau dimanapun manusia berada. Tidak ada manusia yang tidak ada terlibat dalam komunikasi. Komunikasi begitu sangat penting dalam kehidupan manusia, karena harus diakui bahwa manusia tidak bisa hidup tanpa komunikasi karena manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain, dengan berkomunikasi secara efektif maka, kegitan-kegitan yang sering dilakukan manusia bisa berjalan dengan baik. Tanpa adanya komunikasi dengan baik mengakibatkan ketidak teraturan dalam melakukan kegiatan sehari-hari baik itu di rumah maupun dalam suatu organisasi, perusahaan dan dimanapun manusia itu berada. Pengertian dari komunikasi menurut devinisi Hovland, ilmu komunikasi adalah upaya yang sistematis untuk merumuskan secara tegar asasasas penyampaian informasi serta pembentukan pendapat dan sikap. Definisi diatas meunjukkan bahwa yang dijadikan obyek studi ilmu komunikasi bukan saja menyampaikan informasi, melainkan juga pembentukan pendapat umum (publik opinion ) dan sikap publik (publik attitude) yang dalam kehidupan sosial dan kehidupan politik memainkan peranan yang sangat penting.
B.                 Rumusan Masalah
a.       Bentuk komunikasi kantor
b.      Prinsip komunikasi kantor yang efektif
c.       Pengetahuan dan permasalahan seputar korespondensi
d.      Surat kantor dan bagian surat
e.       Surat yang efektif
BAB II
PEMBAHASAN


A.                Bentuk Komunikasi Kantor         
Bentuk-bentuk komunikasi kantor terdiri dari beberapa bagian antara lain:
a.                   Komunikasi Internal
Komunikasi internal yaitu komunikasi yang berlangsung dalam ruang lingkup organisasi atau perusahaan yang terjadi antara anggota organisasi atau perusahaan tersebut saja.
Komunikasi Internal dibedakan menjadi 3 macam yaitu:
·         Komunikasi Vertikal (tegak): ini adalah proses menyam-paikan suatu warta dari pihak pimpinan kepada para pegawai (vertikal kebawah) maupun dari pihak bawahan  kepada pimpinan (vertikal ke atas).
Contoh: perintah, petunjuk, laporan, saran, masukan, instruksi,dll.
·         Komunikasi horisontal (datar): ini adalah hubungan di antara para pejabat atau satuan pada tingkat jenjang organisasi yang kurang lebih sederajat.
Contoh:informasi umum, minta persetujuan,dll
·          Komunikasi diagonal: Komunikasi yang terjadi di ruang lingkup organisasi diantara orang-orang yang memiliki kedudukan tidak sama pada posisi tidak jalur vertikal.
Contoh:Komunikasi antara seksi/bagian dengan pegawai seksi/bagian lain.
b.                  Komunikasi Eksternal
Komunikasi eksternal yaitu komunikasi yang berlangsung antara organisasi atau perusahaan dengan pihak masyarakat yang berada di luar kantor/perusahaan tersebut.
Komunikasi dengan pihak luar misalnya: bakti sosial, konferensi pers, siaran radio, siaran televisi.[1]


B.                 Prinsip Komunikasi Kantor Yang Efektif
a.         Kejelasan bahasa yang digunakan harus jelas dan ringkas, pemaikanya harus selalu mengingat sasaran dari komunikasi.
b.         Perhatian harus diberikan oleh penerima komunikasi kurangnya perhatian yang cermat adalah kelemahan yang lazim.
c.         Integritas dan ketulusan semakin banyak pekerja diberitahu mengenai perusahaan dan masa depannya, semakin mereka akan menghargai integritas manajemen. Semangat kerja akan terangkat dan keselarasan kerja didorong. Setiap perubahan harus dijelaskan secara hati-hati pada tahap awal. Komunikasi sedapat mungkin harus pula dikirim sepanjang garis wewenang yang diterima, karena bila orang dilewatkan begitu saja, mereka merasa kehilangan status dan dengan sendirinya akan merasa marah.
d.         Pemilihan media adalah penting untuk memilih media yang paling tepat:
a)         Bersemuka – untuk wawancara, rapat dan konverensi.
b)          Lisan – telepon, radio, sistem komunikasi timbal balik.
c)         Tertulis – surat, buku, majalah, surat edaran, buku pedoman, surat kabar, iklan, skema saran.[2]
C.        Pengetahuan Dan Permasalahan Seputar Korespondensi
Korespondensi sama dengan surat-menyurat. Korespondensi adalah suatu  kegiatan atau hubungan yang dilakukan secara terus-menerus antara dua pihak yang dilakukan dengan saling berkiriman surat.
Korespondensi dalam suatu kantor, instansi, atau organisasi dibagi menjadi dua, yakni:
  1. Korespondensi eksteren, yaitu hubungan surat-menyurat yang dilakukan oleh kantor atau bagian-bagiannya dengan pihak luar.
  2. Korespondensi Interen, yaitu hubungan surat-menyurat yang dilakukan oleh orang - orang dalam suatu kantor, termasuk hubungan antara kantor pusat dengan kantor cabang.

Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Korespondensi
1.                  Pihak Pemberi Pesan
Pemahaman pada pihak pemberi pesan lebih diperhatikan pada bahasa tulis yang digunakan. Untuk diperlukan pemahaman mengenalbahasa tulis yang baik secara umum bahasa tulis yang baik yaitu:
a.         Jelas
Pengertian jelas di sini adalah jelas mengenai maksud penulisan surat maupun jelas pada penulisannya, jika penulis menulis surat dengan tulisan tangan, maupun tata bahasa yang digunakan, untuk mencapai maksud ini seorang Penulis surat harus memikirkan topik permasalahan secara matang dan mengumpulkan data pendukung, bila permasalahan pada tulisan tanganya, maka seorang penulis harus mengupayakan bentuk tulisannya agar mudah dibaca, sementara agar tata bahasa yang digunakan tepat Peulis harus mempelajari kaidah Tata Bahasa Indonesia serta rajin membaca dan menulis sehingga kemampuannya semakin meningkat.
b.         Singkat
Pengertian singkat di sini adalah langsung pada pokok permasalahan tanpa melupakan kaidah sopan-santun dalam menulis surat. Permasalah yang sering timbul pada diri kita sebagai Bangsa Timur adalah kaidah sopan-santun terlalu panjang dibandingkan dengan materi pembicaraan itu sendiri.
c.         Menggunakan bahasa yang umum
Bahasa yang umum di sini berarti bahasa yang biasanya digunakan. Memang betul, bahasa yang digunakan dapat menunjukkna citra atau image si Pembuat surat, tetapi bila maksud yang di tuju tidak sampai proses komunikasi tidak berhasil seperti diharapkan. Sehingga sebelum menggunakan bahasa asing atau bahasa daerah, Penulis surat harus berpikir, umumkah bahasa tersebut digunakan dalam kehidupan sehari-hari terutama bagi pembaca? Hal ke dua yang harus diperhatikan adalah kebenaran dan istilah tersebut, karena jangan sampai usaha untuk meningkatkan citra justru berakibat sebaliknya sebagai penghancur citra karena kesalahan tulis atau istilah bahasa yang digunakan.
d.        Menggunakan standar penulisan yang umum
Yang dimaksud dengan standar penulisan yang umum bukan berarti standar penulisan baku seperti dalam tata bahasa baku Bahasa Indonesia, tetapi dengan melihat obyek surat tersebut ditujukan. Bila surat tersebut ditujukan kepada sahabat, keluarga, atau rekan akrab di mana sudah dipahami kebiasaan, tingkah laku, budaya, dan sebagainya justru penggunaan bahasa baku iti akan mengurangi kadar keakraban. Bahasa baku tepat digunakan untuk komunikasi tertulis formal seperti surat dalam hubungan kerja, relasi pengajaran, dan sebagainya.
2.                  Pihak yang Diberi Pesan (Communicant)
Pemahaman pada pihak penerima pesan sangat penting karena pihak itulah pesan akan disampaikan. Pemahaman pihakn ini dilakukan dengan melihat latar belakang sosial, pendidikan, budaya, kebiasaan, tingkat sosial dalam kelompoknya dan sebagainya. Diketahuinya latar belakang penerima pesan dapat digunakan sebagai pertimbangan penting untuk menentukan bahasa surat yang digunakan. Bahasa “tinggi” hanya akan menimbulkan kesia-siaan, jika tidak dipahami oleh penerima surat.
Korepondensi atau kegiatan surat-menyurat menjadi bagian dari kehidupan organisasi bisnis sehari-hari. Korespondensi dalam bisnis memiliki peranan sebagai berikut:
1.         Menciptakan surat yang baik, jelas dan tepat. Dalam kehidupan sehari-hari, kesalahan dalam penulisan surat masih banyak terjadi. Misalnya, susunan kalimat tidak lengkap, berbelit-belit, tanda baca tidak benar, tata bahasa tidak teratur dan salah mengadopsi bentuk dan model surat. Kesalahan tersebut disebabkan, yaitu:
a.         Tidak ada pengarahan dan pengendalian mengenai cara menulis surat yang baik, baik di lingkungan keluarga maupun organisasi.
b.         Masyarakat sendiri terlalu mudah memaafkan kesalahan dalam penulisan surat. Surat yang semraut bisa menimbulkan kesalahpahaman atau kekacauan yang justru akan menghalangi arus informasi. Kegiatan korespodensi secara tidak langsung merupakan proses pembelajaran dalam menciptakan surat yang baik, jelas dan tepat.
2.         Menciptakan kerja sama yang baik. Perusahaan tidak dapat mencapai tujuan tanpa bekerja sama dengan pihak lain.  Agar bisa bekerja sama dengan baik, perusahaan perlu menjaga komunikasi dengan baik. Pihak lain akan mendukung  terciptanya kerjasama yang baik.
3.         Menyebarkan kegiatan. Tidak semua orang dalam perusahaan secara otomatis mengetahui kegiatan yang terjadi di dalam perusahaan atau kegiatan yang terjadi antara perusahaan dengan pihak luar. Korespondensi memegang peranan penting dalam menyebarkan kegiatan perusahaan, baik kepada pihak internal maupun eksternal perusahaan.[3]
D.        Surat Kantor Dan Bagian-Bagian Surat
Surat adalah sarana komunikasi untuk menyampaikan informasi tertulis oleh suatu pihak kepada pihak lain. Fungsinya mencakup lima hal: sarana pemberitahuan, permintaan, buah pikiran, dan gagasan, alat bukti tertulis, alat pengingat, bukti historis, dan pedoman kerja. Pada umumnya, dibutuhkan perangko dan amplop sebagai alat ganti bayar jasa pengiriman. Semakin jauh tujuan pengiriman surat maka nilai yang tercantum di perangko harus semakin besar juga.
SURAT-SURAT KANTOR
Salah satu bentuk komunikasi perkantoran adalah komunikasi tertulis. Sarananya antara lain bisa dilakukan melalui suratm formulir, catatan, memo, faximile, e-mail, short message services (sms), laporan atau makalah-makalah.
1.                  Bahasa dan penampilan surat
Sebagai sarana komunikasi, surat dikatakan efektif apabila informasi dalam surat atau pesannya dipahami oleh penerima surat sesuai dengan maksud si pengirim surat. Oleh sebab itu bahasa merupakan kunci utama yang harus dipahami dalam membuat surat.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menyusun surat adalah :
·         Seluruh bagian surat seperti pada sebuah bingkai
·         Penampilan bersih, tidak ada coretan atau tambahan ketikan
·         Kertas dan amplop berkuailitas
·         Kertas warna putih ukuran folio atau kuarto
·         Gunakan tinta warna netral misalnya biru atau hitam
·         Nama pada alamat tujuan ditulis lengkap dengan gelar dan jabatan
2.                  Bentuk dan bagan surat
Bentuk atau gaya penulisan surat adalah susunan atau tata letak bagian-bagian dari surat. Ada berbagai gaya penulisan surat yang biasa digunakan ada 4 yaitu :
·         Official style (bentuk resmi)
·         Block style (bentuk lurus)
·         Full block style (bentuk lurus penuh)
·         Semi block style (bentuk setengah lurus)
3.                  Jenis surat
1.   Surat penawaran kerja sama adalah surat yang dikirim kesebuah instasi atau perorangan yang isinya adalah menawarkan kerja sama suatu kegiatan.
2.   Surat referensi adalah surat yang dibuat oleh perorangan atau lembaga yang tujuannya memberikan referensi pada seseorang atau lembaga tentang kapabilitas yang diketahui.
3.   Surat undangan adalah surat yang berisi tentang pemberitahuan yang sifatnya mengharap kehadiran seseorang untuk datang dalam suatu acara tertentu pada waktu tertentu di suatu tempat yang ditetapkan.
4.      Surat pengumuman adalah suatu surat yang berisi pemberitahuanmengenai suatu hal.
5.      Surat edaran adalah pemberitahuan tertulis tentang hal-hal yang tidak bersifat rahasia dan perlu diketahui oleh banyak pihak
6.      Surat keputusan adalah surat yang memuat suatu keputusan tertentu yang memuat ketetapan-ketetapan serta dasar-dasar pertimbangan mengenai keputusan tersebut.
7.      Surat penugasan berisi tentang perintah dari atasan kepada bawahan agar melaksanakan tugas yang telah ditetapkan.
8.      Surat perintah adalah surat yang dikeluarkan oleh instansi yang lebih tinggi kepada yang lebih rendah tingkatannya.
9.      Surat instruksi dilengkapi dengan petunjuk langkah-langkah melakukannya.
10.  Surat kuasa adalah surat yang berisi memberikan kuasa atau wewenang.
11.  Surat perjanjian adalah surat yang berisi pernyataan seseorang dalam suatu perjanjian.
12.  Surat perjalanan dinas adalah surat yang diberikan kepada karyawan untuk melaksanakan tugas keluar kota.
13.  Surat panggilan adalah surat yang dipergunakan untuk memanggil seseorang untuk dimintai keterangan.
14.  Surat peringatan dibuat oleh suatu pihak ditujukan kepada pihak lain yang berisi tentang peringatan atau nasihat atas suatu yang dilanggar.
15.  Surat rekomendasi surat yang dibuat untuk memberikan keterangan pada orang yang direkomendasikan beberapa kelebihannya.
16.  Berita acara adalah suatu laporan resmi yang tercatat tentang suatu kejadian atau kegiatan yang berlangsung.
17.  Memo adalah surat tidak resmi yang berisi pesan tidak terlalu panjang dan sifatnya tidak formal.
18.  Faximile adalah surat yang dikirim ke pihak lain melalui pesan fax.
19.  Notulen adalah catatan summary hasil rapat atau suatu acara yang telah di ringkas atau disimpulkan
20.  Sms (short message services) atau pesan singkat yang dikirim lewat handphone.


MANAJEMEN FORMULIR
Formulir atau sering disebut form saja adalah sehelai kertas cetak yang memuat informasi tetap serta ruang kosong untuk informasi variabel.Informasi tetap adalah informasi dari instansi pembuat formulir yang ingin disampaikan pada pengguna formulir. Informasi variabel adalah informasi yang diharapkan oleh instansi pembuat formulir dari pengguna formulir mengenai data dirinya.
Ada banyak sekali macam formulir-formulir yang dipergunakan dalam kantor, secara keseluruhan di kelompokkan menjadi 2 yaitu :
·         Formulir intern yaitu formulir yang digunakan dalam lingkungan perusahaan sendiri, misalnya order penjualan
·         Formulir ekstern yaitu formulir yang digunakan untuk pihak luar perusahaan, misalnya order pembelian
Tujuan penggunaan formulir
Secara umum tujuan penggunaan formulir adalah untuk pengendalian operasional agar tercapai efisiensi dalam perusahaan. Secara khusus tujuan penggunaan formulir adalah sebagai berikut :
·         Formulir akan mempermudah dan mempercepat kelancaran kerja
·         Formulir menghindari adanya pengulangan agar hemat waktu
·         Formulir menegaskan informasi yang dikehendaki
·         Formulir juga memungkinkan dicapainya keseragaman
·         Formulir akan mempermudah dalam pengarsipan
·         Formulir akan menimbulkan image profesional
MANAJEMEN KEARSIPAN
Arsip adalah setiap catatan tertulis baik dalam bentuk gambar atau bagan yang memuat keterangan-keterangan mengenai suatu pokok persoalan atau peristiwa-peristiwa yang masih berguna dan diperlakukan sewaktu-waktu di masa mendatang.
Tujuan pengarsipan
·         Sebagai referensi atau bukti legalitas sewaktu-waktu arsip dibutuhkan.
·         Sebagai sumber data yang berarti arsip merupakan sumber informasi yang sangat diperlukan dalam mendukung pengambilan keputusan.
·         Sebagai data historis yang dapat digunakan untuk mengetahui perkembangan sejarah atau dinamika organisasi dimasa lalu.[4]
E.         Surat Yang Efektif
Secara garis besar suatu surat dapat dikatakan efektif apabila memenuhi kriteria berikut ini:
a.         Surat disusun dengan teknik penyusunan yang benar, yaitu:
-          Penyusunan letak bagian-bagian surat (bentuk surat) tepat sesuai dengan aturan atau pedoman yang telah ditentukan.
-          Pengetikan surat benar, jelas, bersih, dan rapi, dengan format yang menarik.
-          Pemakaian kertas sesuai dengan ukuran umum.
b.         Isi surat harus dinyatakan secara ringkas, jelas, dan eksplisit. Hal ini dimaksudkan agar penerima dapat memahami isi surat dengan cepat, tepat, tidak ragu-ragu dan pengirim pun memperoleh jawaban secara cepat sesuai yang dikehendaki.
c.                  Bahasa yang digunakan haruslah bahasa Indonesia yang benar atau baku, sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, baik mengenai pemilihan kata, ejaan, bentuk kata, maupun kalimatnya. Selain itu, bahasa surat haruslah efektif. Bahasa surat juga harus wajar, logis, hemat kata, cermat dalam pemilihan kata, sopan, dan menarik. Nada surat harus hormat, sopan dan simpatik. Sedapat mungkin hindari pemakaian bahasa asing yang padanannya sudah ada dalam bahasa Indonesia. [5]
Untuk menyusun surat yang efektif, penulis harus mengindahkan hal-hal berikut:
1.        Menetapkan lebih dahulu maksud surat, yaitu pokok pembicaraan yang ingin disampaikan kepada penerima surat, apakah itu berupa pemberitahuan, pernyataan, pertanyaan, permintaan, laporan atau hal lain.
2.        Menetapkan urutan masalah yang akan dituliskan.
3.        Merumuskan pokok pembicaraan itu satu persatu secara runtut, logis, teratur dengan menggunakan kalimat dan ungkapan yang menarik, segar, sopan, dan mudah ditangkap pembaca.
4.        Menghindarkan sejauh mungkin penggunaan singkatan kata atau akronim, lebih-lebih yang tidak biasa atau singkatan bentuk sendiri.
5.        Memperhatikan dan menguasai bentuk surat dan penulisan bagian-bagiannya.
6.        Mengikuti pedoman penulisan ejaan dan tanda baca sebagaimana digariskan oleh Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan dan Pedoman Pembentukan Istilah dalam Bahasa Indonesia. 
Syarat lain yang harus dipenuhi dalam menyusun surat yang baik ialah
a.    memahami kedudukan masalah yang dikemukakan;
b.    memahami peraturan-peraturan yang terkait dengan masalah itu;
c.    mengetahui posisi dan bidang tugasnya;[6]














BAB III
PENUTUP


a.                  Kesimpulan
komunikasi adalah upaya yang sistematis untuk merumuskan secara tegar asasasas penyampaian informasi serta pembentukan pendapat dan sikap.
Bentuk Komunikasi Kantor :
1.      Komunikasi Internal
2.      Komunikasi Eksternal
Prinsip-prinsip komunikasi
a.         Kejelasan bahasa yang digunakan harus jelas dan ringkas, pemaikanya harus selalu mengingat sasaran dari komunikasi.
b.         Perhatian harus diberikan oleh penerima komunikasi kurangnya perhatian yang cermat adalah kelemahan yang lazim.
c.         Integritas dan ketulusan semakin banyak pekerja diberitahu mengenai perusahaan dan masa depannya, semakin mereka akan menghargai integritas manajemen. Semangat kerja akan terangkat dan keselarasan kerja didorong. Setiap perubahan harus dijelaskan secara hati-hati pada tahap awal. Komunikasi sedapat mungkin harus pula dikirim sepanjang garis wewenang yang diterima, karena bila orang dilewatkan begitu saja, mereka merasa kehilangan status dan dengan sendirinya akan merasa marah.
d.         Pemilihan media adalah penting untuk memilih media yang paling tepat:
a)         Bersemuka – untuk wawancara, rapat dan konverensi.
b)          Lisan – telepon, radio, sistem komunikasi timbal balik.
c)         Tertulis – surat, buku, majalah, surat edaran, buku pedoman, surat kabar, iklan, skema saran.
Korespondensi adalah suatu  kegiatan atau hubungan yang dilakukan secara terus-menerus antara dua pihak yang dilakukan dengan saling berkiriman surat.
Korespondensi dalam suatu kantor, instansi, atau organisasi dibagi menjadi dua, yakni:
  1. Korespondensi eksteren, yaitu hubungan surat-menyurat yang dilakukan oleh kantor atau bagian-bagiannya dengan pihak luar.
  2. Korespondensi Interen, yaitu hubungan surat-menyurat yang dilakukan oleh orang - orang dalam suatu kantor, termasuk hubungan antara kantor pusat dengan kantor cabang.
Secara garis besar suatu surat dapat dikatakan efektif apabila memenuhi kriteria berikut ini:
a.         Surat disusun dengan teknik penyusunan yang benar, yaitu:
-          Penyusunan letak bagian-bagian surat (bentuk surat) tepat sesuai dengan aturan atau pedoman yang telah ditentukan.
-          Pengetikan surat benar, jelas, bersih, dan rapi, dengan format yang menarik.
-          Pemakaian kertas sesuai dengan ukuran umum.
b.         Isi surat harus dinyatakan secara ringkas, jelas, dan eksplisit. Hal ini dimaksudkan agar penerima dapat memahami isi surat dengan cepat, tepat, tidak ragu-ragu dan pengirim pun memperoleh jawaban secara cepat sesuai yang dikehendaki. Bahasa yang digunakan haruslah bahasa Indonesia yang benar atau baku, sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, baik mengenai pemilihan kata, ejaan, bentuk kata, maupun kalimatnya. Selain itu, bahasa surat haruslah efektif. Bahasa surat juga harus wajar, logis, hemat kata, cermat dalam pemilihan kata, sopan, dan menarik. Nada surat harus hormat, sopan dan simpatik. Sedapat mungkin hindari pemakaian bahasa asing yang padanannya sudah ada dalam bahasa Indonesia.




DAFTAR PUSTAKA

Geoffrey Mills, Oliver Standingford, Robert C Appleby, Manajemen Perkantoran Modern,Binarupa Aksara, Edisi Ketujuh.
Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap.
https://elqorni.wordpress.com/category/manajemen-kantor/.
Ritonga, Parlaungan, 2010. Bahasa Indonesia Praktis, Medan : Bartong Jaya
https://anyfabadi.wordpress.com/2013/12/09/315/.
Handoko,T.Hani,2003.Manajemen perkantoran,Edisi Ke-Dua.Yogyakarta:BPFE.




[1] Handoko,T.Hani,2003.Manajemen perkantoran,Edisi Ke-Dua.Yogyakarta:BPFE
[2]  Geoffrey Mills, Oliver Standingford, Robert C Appleby, Manajemen Perkantoran Modern,Binarupa Aksara, Edisi Ketujuh, Hal. 43.
[3] Cheap Offers: http://bit.ly/gadgets_cheap
[4] https://elqorni.wordpress.com/category/manajemen-kantor/
[5] Ritonga, Parlaungan, 2010. Bahasa Indonesia Praktis, Medan : Bartong Jaya
[6] https://anyfabadi.wordpress.com/2013/12/09/315/