TIM DAN PERUBAHAN
Di Susun Oleh :
NAMA : KHAIRUL IKHWAN
NIM :
152709092

FAKULTAS
TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT
AGAMA ISLAM NEGERI ( IAIN )
LHOKSEUMAWE
2019
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Organisasi
adalah suatu sistem yang dirancang untuk dapat mencapai tujuan yang telah
dikehendaki. Organisasi sering
dikatakan sebagai tempat dari upaya pencapaian kerjasama tim dalam meraih
tujuan. Dalam usaha pencapaian tujuan organisasi, permasalahan yang
dihadapi bukan hanya
terdapat pada bahan mentah, alat-alat kerja, mesin-mesin produksi,
lingkungan kerja dan sumber daya manusia saja, tetapi juga menyangkut kerjasama
tim. Tujuan suatu organisasi tidak dapat terwujud tanpa peran aktif dari
karyawan dan tim yang solid.
Menurut
Daft definisi resmi untuk organisasi (organization) adalah entitas social yang diarahkan dengan tujuan dan
dengan penuh untuk menghasilkan sebuah produk atau jasa.[1]
Pada
dasarnya tujuan organisasi adalah meningkatkan kinerja untuk tercapainya tujuan
organisasi, mampu bertahan dalam
persaingan dengan organisasi lain,
serta dapat mencapai target profit. Oleh karena itu organisasi harus dapat
memanfaatkan sumber-sumber SDM
secara efektif dan efisien, disinilah dituntut kerja sama
tim yang solid. Popularitas tim dewasa dapat ditunjukkan melalui
kinerja tim yang lebih
unggul daripada kinerja
individu bila tugas menuntut keterampilan ganda[2].
Dengan organisasi yang telah merestrukturisasi diri akan dapat bersaing dengan
efektif dan efisien, berubah menjadi tim yang mampu memanfaatkan bakat karyawan
secara lebih baik.
Berarti terdapat dampak positif
dari kerjasama tim terhadap efisiensi kerja.
B.
Rumusan
masalah
a. Apa Yang Dimaksud Dengan
Tim..............................?
b. Pentingnya
Tim Dalam Organisasi..............................?
c. Kefektifan
Tim.............................................................?
d. Tim
dan Perubahan Organisasional..............................?
C.
Tujuan
Penulisan
a.
Untuk mengetahui
definisi tim
b.
Untuk mengetahui
pentingnya tim dalam organisasi
c.
Untuk mengetahui tim
yang efektif
d.
Untuk mengetahui
perubahan orgniasional
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Definisi
Tim
Istilah
tim merujuk kepada suatu kelompok yang bekerja
sama untuk mencapai
suatu misi atau tujuan
tertentu. Tim memiliki
bentuk, misi, dan durasi
yang beragam. Karolyn
J. Snyder and Robert H. Anderson mengidentifikasi dua tipe team, yaitu tim permanen dan tim
sementara. Tim Permanen mengkhususkan
dalam fungsi tertentu yang
dilakukan secara berkelanjutan. Sedangkan, Tim
Sementara merupakan team yang diorganisasikan hanya untuk
kepentingan dan tujuan jangka pendek
yang kemudian dapat dibubarkan kembali,
setelah pekerjaan selesai. Biasanya bertugas menangani proyek
yang bersifat sementara.[3]
Menurut Burn istilah tim didefinisikan sebagai
sebuah kelompok kerja yang terdiri dari beberapa orang dengan kompetensi yang
setara, dimana mereka bekerja secara interdependen/ketergantungan dalam
melaksanakan pekerjaan di satu organisasi.[4]
Team/Team work bisa diartikan sebagai kerja tim atau kerjasama, team work atau kerja
sama tim merupakan bentuk kerja
kelompok dengan keterampilan yang
saling melengkapi serta berkomitmen untuk mencapai
misi yang sudah disepakati
sebelumnya
untuk mencapai
tujuan bersama secara efektif dan efisien.
Harus disadari bahwa teamwork merupakan peleburan berbagai pribadi yang menjadi
satu pribadi untuk mencapai tujuan
bersama. Sebuah tim itu
sangat memebutuhkan
kemauan untuk saling
bergandengan-tangan menyelesaikan pekerjaan. Bisa jadi satu orang tidak menyelesaikan pekerjaan atau
tidak ahli dalam pekerjaan A, namun
dapat
dikerjakan
oleh anggota
tim
lainnya.
Inilah
yang
dimaksudkan dengan kerja tim, beban dibagi untuk satu tujuan bersama serta saling
melengkapi
antar sesama.
Kerja
tim sebagai proses kerja
dinyatakan Buchholz, Teamwork is theprocess of working in a group by participative leadership,
shared responsibility,aligned on purpose, intensive communication,
future focused,
focused on task,creative talents and rapid response
to get the aims
of the organizatio. Dijelaskan bahwa Kerja tim adalah proses kerja dalam kelompok
dengan adanya kepemimpinan yang partisipatif, tanggung jawab yang terbagi,
penyamaan tujuan, komunikasi yang intensif, fokus pada masa depan, fokus pada
tugas, bakat kreatif dan tanggapan yang cepat untuk mencapai tujuan organisasi.[5]
B.
Pentingnya
Tim Dalam Organisasi
Kerja
Tim (tema work) adalah kemampuan untuk bekerja sama dengan orang lain untuk
tujuan yang sama. Kerja tim yang efektif adalah faktor utama dalam kepuasan
pelanggan. Tim berperan penting dalam perkembangan suatu organisasi/perusahaan.
Adapun beberapa pentingnya peran tim
dalam organisasi adalah sebagai berikut :
1.
Pencipta-Pembaru
(Creator Inovator)
Orang yang
termasuk dalam pencipta-pembaru adalah orang yang mempunyai daya imaginasi
tinggi dalam memprakarsai gagasan atau konsrp. Orang-orang seperti ini biasanya
memiliki ciri: tak bergantung pada orang lain, suka bekerja sendiri, memiliki
cara dan gaya kerja tersendiri, serta pengaturan waktu menurut mereka sendiri.
2.
Penjelajah-Promotor
(Explorer-Developer)
Orang dalam kelompok
ini senang mengambil gagasan baru dan memperjuangkan kasus, serta mampu
menemukan sumber daya untuk mempromosikan gagasannya. Kelemahan orang-orang
yang termasuk dalam kelompok ini adalah kadang tidak sabar dalam mengendalikan
keterampilan untuk memastikan bahwa gagasannya benar-benar ditindaklanjuti
secara rinci.
3.
Pendorong-Pengorganisasi
(Thruster-Organizer)
Individu ini
memiliki kemampuan yang baik dalam menyusun prosedur operasi untuk mengubah
gagasan menjadi kenyataan dan menyelesaikan urusan. Mereka menentukan tujuan,
menetapkan rencana, mengorganisasi orang-orang, dan menegakkan sistem untuk
menjamin dipatuhinya tenggak waktu (deadline).
4.
Penyimpul-Penghasil
(Concluder-Producer)
Individu ini
peduli pada hasil. Peran mereka memfokuskan pada ditaatinya batas waktu dan
memastikan bahwa semua komitmen ditindaklanjuti. Mereka bangga dengan hasil
yang teratur dan sesuai standar.[6]
C.
Kefektifan
Tim
Menurut
Sopiah ada berbagai karakter yang melekat pada tim yang efektif.
Karakter-karakter tersebut adalah
sebagai berikut[7]:
1.
Mempunyai Komitmen Terhadap Tujuan Bersama
Anggota tim
yang sukses menuangkan waktu dan
upaya yang sangat banyak ke dalam pembahasan, pembentukan dan persetujuan
mengenai suatu maksud yang menjadi milik mereka baik secara kolektif maupun
individual. Maksud bersama ini,
bila diterima dengan
baik oleh tim, akan
setara dengan peran navigasi benda langit bagi kapten
kapal. Maksud bersama itu memberikan pengarahan dan bimbingan kepada
setiap dan semua kondisi.
2.
Menegakkan Tujuan
Spesifik
Tim yang
sukses menerjemahkan maksud
bersama mereka sebagai tujuan–tujuan
kerja yang realistis, yang dapat
diukur dan bersifat spesifik. Tujuan yang spesifik
mempermudah mereka dalam berkomunikasi.Tujuan itu juga membantu memelihara
fokus mereka pada perolehan hasil.
3.
Kepemimpinan Dan Struktur
Tujuanny
adalah mendefinisikan target akhir dari tim. Di samping itu tim berkinerja tinggi juga memerlukaan
kepemimpinan dan struktur untuk memberikan fokus dan pengarahan. Mendefinisikan
dan menyepakati suatu pendekatan
bersama, misalnya, memastikan bahwa tim itu dipersatukan pada cara untuk
mencapai tujuan.
4.
Menghindari Kemalasan
Sosial Dan Tanggung Jawab
Individu–individu dapat
bersembunyi
dalam suatu kelompok.Mereka dapat menyibukkan
diri
dalam “kemalasan sosial” dan
meluncur
bersama
upaya kelompok karena sumbangan individual mereka
tidak dapat
dikenali.
Tim yang
berkinerja tinggi
mengurangi kecenderungan ini
dengan membuat
diri
mereka
dapat dimintai pertanggung jawaban
baik
secara
individual maupun pada tingkat tim.
Evaluasi Kinerja dan Sistem Ganjaran
yang
Benar
5.
Mengembangkan
Kepercayaan Timbal-Balik Yang Tinggi
Tim
kinerja tinggi dicirikan oleh kepercayaan (trust) timbal balik yang tinggi di
antara anggota-anggotanya.
Artinya, para anggota meyakini akan integritas, karakter dan kemampuan setiap
anggota yang lain.
D.
Tim
dan Perubahan Organisasional
Perubahan
Organisasi adalah suatu proses dimana organisasi tersebut berpindah dari
keadaannya yang sekarang menuju ke masa depan yang diinginkan untuk meningkatkan
efektifitas organisasinya. Tujuannya
adalah untuk mencari cara baru
atau memperbaiki dalam
menggunakan resources dan
capabilities dengan tujuan untuk
meningkatkan kemampuan organisasi
dalam menciptakan nilai dan meningkatkan hasil yang diinginkan kepada
stakeholders.
Menurut
Desplaces perubahan yang terjadi dalam organisasi seringkali membawa
dampak ikutan yang selalu tidak
menguntungkan.[8] Bahkan menurut Abrahamson, perubahan itu akan
menimbulkan kejadian yang “dramatis” yang harus dihadapi oleh semua warga
organisasi.[9]
Desplaces mengutip kajian yang dilakukan Poras dan Robertson's menyatakan bahwa
kebijakan perubahan yang dilakukan oleh organisasi hanya memberikan manfaat
positif bagi organisasi
sebesar 38%. Meskipun
perubahan organisasi tidak langsung memberikan
manfaat yang besar
bagi kemajuan organisasi,
namun beberapa praktisi tetap meyakini tentang pentingnya suatu
organisasi untuk melakukan perubahan.[10]
a)
Target
perubahan
1. Sumber
Daya Manusia
Sumber daya
manusia merupakan aset
penting dalam suatu
organisasi. Pada akhirnya, suatu organisasi mengkhususkan kompetensi
berdasarkan pada keahlian dan kemampuan dari pegawainya. Karena keahlian dan
kemampuan ini memberikan organisasi keuntungan dalam berkompetisi, organisasi
harus terus menerus mengawasi strukturnya
untuk mencari cara yang
paling efektif dalam memotivasi dan mengorganisir sumber
daya manusia untuk memperoleh dan menggunakan keahlian mereka.
2. Sumber
Daya Fungsional
Suatu organisasi
dapat meningkatkan nilai
dengan merubah struktur, budaya dan
teknologi. Perubahan dari
fungsional ke sebuah
produk sebagai contoh, mempercepat
proses pengembangan produk
baru. Perubahan di dalam struktur fungsional
dapat membantu menyediakan
suatu pengaturan di
mana orang-orang termotivasi untuk melaksanakannya.
3. Kemampuan
Teknologi
Kemampuan teknologi
memberi sebuah organisasi suatu kapasitas yang besar
untuk merubah dengan
sendirinya dengan tujuan
memanfaatkan peluang pasar. Pada
tingkat organisasi, sebuah organisasi harus menyediakan konteks yang
memungkinkan untuk menerjemahkan
kompetensi teknologinya menjadi
nilai bagi para stakeholder.
4. Kemampuan
Organisasi
Melalui struktur
organisasi dan budaya,
sebuah organisasi dapat memanfaatkan sumebr daya manusia dan
fungsional untuk memanfaatkan peluang teknologi. Perubahan organisasi sering
kali melibatkan hubungan antara manusia dan fungsi-fungsi untuk
meningkatkan kemampuan mereka
dalam menciptakan nilai.
b)
Tuntutan
untuk Perubahan Organisasi
Jaman
akan terus menerus berubah secara konstan, dan suatu organisasi harus
menyesuaikan dengan segala perubahan untuk dapat bertahan.
1. Kekuatan
Persaingan (Competitive Forces)
Setiap organisasi
berusaha keras untuk
mencapai keuntungan dari persaingan. Persaingan menjadi pemicu
untuk melakukan perubahan dikarenakan apabila
organisasi tersebut tidak
dapat melebihi pesaingnya
dalam efisiensi, kualitas atau
kemampuan untuk melakukan inovasi pada
produk dan jasa, maka organisasi tersebut tidak akan bertahan.
2. Ekonomi.
Politik, Dan Kekuatan Global
Ekonomi, politik,
dan kekuatan global
secara terus menerus mempengaruhi organisasi
dan memaksa mereka untuk
bagaimana dan di mana harus menghasilkan
barang dan jasa.
Perserikatan ekonomi dan
politik antar negara menjadi
suatu kekuatan yang penting untuk perubahan.
Tidak ada suatu organisasi yang mampu mengabaikan dampak dari ekonomi
global dan kekuatan politik terhadap aktivitasnya.
3. Kekuatan
Demografi Dan Sosial (Demography And Social Forces)
Perubahan dalam
komposisi dari kekuatan pekerja dan terus meningkatnya keaneka ragaman
karyawan, hal ini
mengenalkan pada organisasi
banyaknya peluang dan tantangan. Perubahan dalam karakteristik
demografis dari kekuatan pekerja memaksa
para manajer untuk merubah gaya mereka dalam mengatur karyawan dan belajar
bagaimana cara memahami, mengawasi dan memotivasi dengan setiap anggota yang
berbeda secara efektif. Banyak perusahaan membantu para pekerja
mereka untuk memahami
akan adanya perubahan
teknologi yang terus berkembang
dengan menyediakan dukungan
dalam mengedepankan pelatihan
dan pendidikan.
4. Kekuatan
Etika (Ethical Forces)
Sama pentingnya
bagi suatu organisasi dalam mengambil tindakan untuk berubah sebagai tanggapan
atas tuntutan dalam perubahan demografis dan sosial untuk kearah
perilaku perusahaan yang
lebih jujur dan
bertanggung jawab. Banyak
organisasi membutuhkan perubahan untuk mengijinkan para manajer dan para
pekerja di semua tingkatan
untuk melaporkan perilaku
yang tidak pantas, sehingga suatu organisasi dapat dengan segera menyingkirkan perilaku seperti
itu dan melindungi kepentingan umum bagi para pelanggan dan anggotanya.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Tim adalah proses kerja dalam kelompok dengan adanya kepemimpinan yang partisipatif, tanggung jawab yang terbagi, penyamaan tujuan, komunikasi yang
intensif, fokus pada masa depan, fokus pada tugas, bakat kreatif dan tanggapan
yang cepat untuk mencapai tujuan organisasi.
Adapun
beberapa pentingnya peran tim dalam
organisasi adalah sebagai berikut :
5.
Pencipta-Pembaru
(Creator Inovator)
6.
Penjelajah-Promotor
(Explorer-Developer)
7.
Pendorong-Pengorganisasi
(Thruster-Organizer)
8.
Penyimpul-Penghasil
(Concluder-Producer)
Berbagai karakter yang melekat pada tim yang efektif.
Karakter-karakter tersebut adalah
sebagai berikut :
6.
Mempunyai Komitmen
Terhadap Tujuan Bersama
7.
Menegakkan Tujuan
Spesifik
8.
Kepemimpinan Dan
Struktur
9.
Menghindari Kemalasan
Sosial Dan Tanggung Jawab
10.
Mengembangkan
Kepercayaan Timbal-Balik Yang Tinggi
DAFTAR PUSTAKA
Abrahamson,
E. (2000). Change Without Pain. Harvard Business Review.
Burns, R.B. (1993) Konsep
Diri Teori, Pengukuran, Perkembangan dan Prilaku.
Jakarta : Arcan.
Daft, Richard L. (2003).
Manajemen, Edisi Keenam Jilid Satu. Jakarta : Erlangga.
Desplaces, David.,
(2005), A Multilevel
Approach To Individual
Readiness To Change, Journal Of Behavioral
And Applied Management, Vol. 7 No.1
https://www.anugerahdino.com/2015/10/peran-tim-dalam-suatu-organisasi.html diakses pada tanggal
1/11/18
Mastembroek,.
W. F. G. (1986) Penanganan Konflik, Dan
Pertumbuhan Organisasi. Jakarta: UI-Pres.
Roland, Robertson.
(1992). Globalization: Social
Theory And Global Culture. London: Sage Publications.
Diakses dari: http://www.katailmu.com/2012/01/pengertianglobalisasi.html.sabtu,
November 8, 2018
Sopiah,
(2008). Perilaku
Organisasi. Edisi Pertama. Yogyakarta: ANDI.
[1]Daft, Richard L. 2003. Manajemen, Edisi Keenam
Jilid Satu. Jakarta : Erlangga. Hlm. 12
[2]Sopiah,
2008.Perilaku Organisasi. Edisi Pertama. Yogyakarta: ANDI. hlm. 30
[3]Mastembroek,.
W. F. G.. Penanganan Konflik, Dan Pertumbuhan
Organisasi. (Jakarta: UI-Pres: 1986). Hlm. 45
[4]Burns,
R.B. Konsep Diri (Teori, Pengukuran,
Perkembangan dan Prilaku). (Jakarta : Arcan 1993). Hlm. 30
[5]
Buchholz, Steve, Creating the High Performance Team. (Canada: John Wiley &
Sons, Inc 2000.). hlm. 38
[6]https://www.anugerahdino.com/2015/10/peran-tim-dalam-suatu-organisasi.html
di akses pada tanggal 1/11/18
[7]Sopiah,.Perilaku
Organisasi. Edisi Pertama. (Yogyakarta: ANDI, 2008). Hlm. 43
[8]Desplaces, David.,
(2005), A Multilevel
approach to individual
readiness to change, Journal of
Behavioral and Applied Management, Vol. 7 No.1, 25-39.
[9]Abrahamson,
E. (2000). Change without pain. Harvard Business Review, 78,75-79.
[10]Roland, Robertson.
1992. Globalization: Social
Theory And Global
Culture. London: Sage
Publications. Diakses dari: http://www.katailmu.com/2012/01/pengertianglobalisasi.html.
sabtu, November 8, 2018