PERANAN
DAN FUNGSI PERENCANAAN
DALAM
LEMBAGA PENDIDIKAN
Di
Susun Oleh :
NAMA : KHAIRUL IKHWAN
NIM : 152709092
NAMA : RAHMATULLAH
NIM : 152709084
Dosen
Pembimbing :
MAWARDANIAH,
M.Pd.I.

FAKULTAS
TARBIYAH
JURUSAN
MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ( IAIN)
MALIKUSSALEH LHOKSEUMAWE
TAHUN AJARAN 2017
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Perencanaan atau yang
sudah akrab dengan istilah planning adalah satu dari fungsi
manajemen yang sangat penting. Bahkan kegiatan perencanaan ini selalu melekat
pada kegiatan hidup kita sehari-hari, baik disadari maupun tidak. Sebuah
rencana akan sangat mempengaruhi sukses atau tidaknya suatu pekerjaan.
Karena itu pekerjaan yang baik adalah yang direncanakan dan dilaksanaka
sesuai dengan yang telah direncanakan.
Bagi sebuah lembaga
pendidikan, perencanaan menempati posisi strategis dalam keseluruhan proses
pendidikan. Perencanaan pendidikan itu memberikan kejelasan arah dalam usaha
proses penyelenggaraan pendidikan, sehingga manajemen lembaga pendidikan akan
dapat dilaksanakan lebih efektif dan efisien.
Untuk memperlancar
jalannya sebuah institusi terutama lembaga pendidikan diperlukan perencanaan,
dengan perencanaan akan mengarahkan institusi tersebut menuju tujuan yang tepat
dan benar menurut tujuan institusi itu sendiri. Artinya perencanaan memberi
arah bagi ketercapaian tujuan sebuah sistem, karena pada dasarnya sistem akan
berjalan dengan baik jika ada perencanaan yang matang. Perencanaan akan
dianggap matang dan baik jika memenuhi persyaratan dan unsur-unsur dalam
perencanaan itu sendiri.
B.
Rumusan Masalah
1.
Arti Dan Pentingnya
Perencanaan..............?
2.
Langkah – Langkah
Perencanaan...............?
3.
Perencanaan
Stategik..................................?
4.
Perencanaan
Operasional............................?
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Perencanaan
Perencanaan adalah menyeleksi dan menghubungkan pengetahuan, fakta,
imajinasi, dan asumsi untuk masa yang akan datang dengan tujuan memvisualisasi
dan memformulasi hasil yang diinginkan, urutan kegiatan yang diperlukan, dan
perilaku dalam batas-batas yang dapat diterima dan digunakan dalam
penyelesaian.[1]
Definisi lain menyatakan bahwa perencanaan
adalah hubungan antara apa yang ada sekarang (what is) dengan bagaimana
seharusnya (what should be) yang berkaitan dengan kebutuhan, penentuan
tujuan, prioritas, program,dan alokasi sumber. Perencanaan di sini menekankan pada usaha
mengisi kesenjangan antara keadaan sekarang dengan keadaan pada masa yang akan
datang yang sesuai dengan apa yang dicita-citakan.[2]
Syaifuddin Sa’ud menyatakan bahwa
perencanaan dalam arti luas adalah proses mempersiapkan kegiatan-kegiatan
secara sistematis yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan
menurut Muhammad Fakri perencanaan dapat diartikan sebagai proses penyusunan
berbagai keputusan yang akan dilaksanakan pada masa yang akan datang untuk
mencapai tujuan yang telah ditentukan. Lebih lanjut Muhammad Fakri menyatakan
bahwa perencanaan dapat juga dikatakan sebagai suatu proses pembuatan
serangkaian kebijakan untuk mengendalikan masa depan sesuai yang ditentukan.[3]
Berdasarkan pengertian diatas maka dapat
disimpulkan bahwa perencanaan adalah suatu proses mempersiapkan seperangkat
keputusan untuk kegiatan di masa depan yang diarahkan untuk mencapai tujuan
dengan cara yang optimal dalam pembangunan ekonomi dan sosial secara menyeluruh
dari suatu negara.
B.
Pentingnya Perencanaan
Perencanaan mempunyai posisi yang penting dalam sebuah organisasi, tanpa
adanya perencanaan maka jalannya organisasi tidak jelas arah dan tujuannya.
Oleh karena itu perencanaan penting karena :
a. Dengan
adanya perencanaan diharapan tumbuhnya suatu pengarahan kegiatan, adanya
pedoman bagi pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang ditujukan kepada pencapaian
tujuan.
b. Dengan
perencanaan, maka dapat dilakukan suatu perkiraan (forecasting )
terhadap hal-hal dalam masa pelaksanaan yang akan dilalui.
c. Perencanaan
memberikan kesempatan untuk memilih berbagai alternative tentang cara terbaik
atau kesempatan untuk memilih kombinasi cara yang terbaik.
d. Dengan
perencanaan dapat dilakukan penyusunan skala prioritas.
e. Dengan
adanya rencana, maka akan ada suatu alat pengukur atau standar untuk mengadakan
pengawasan atau evaluasi kerja
Dengan demikian perencanaan mempunyai peranan penting dalam organisasi
publik maupun dalam organisasi yang bersifat pribadi. Dengan adanya perencanaan
akan dimungkinkan untuk memprediksi kerja dimasa yang akan datang, bahkan akan
mampu memprediksi kemungkinan hasil yang akan dicapai.[4]
C.
Langkah
– Langkah Perencanaan
Perencanaan merupakan
kegiatan yang harus dilakukan pada tingkat permulaan dan merupakan aktivitas
memikirkan dan memilih rangkaian tindakan yang tertuju pada tercapainya maksud
dan tujuan yang ingin dicapai. Adapun langkah-langkah perencanaan tersebut
meliputi hal-hal sebagai berikut :
a.
Menentukan dan merumuskan tujuan yang
hendak dicapai
b.
Meneliti masalah-masalah atau
pekerjaan-pekerjaan yang akan dilakukan
c.
Mengumpulkan data-data atau
informasi-informasi yang diperlukan
d.
Menentukan tahapan-tahapan atau rangkaian
tindakan
e.
Merumuskan bagaimana masalah-masalah akan
dipecahkan dan bagaimana pekerjaan-pekerjaan itu harus diselesaikan
f.
Menentukan siapa yang akan melakukan dan
apa yang mempengaruhi pelaksanaan dari tindakan tersebut
g.
Menentukan cara bagaimana mengadakan
perubahan dalam penyusunan rencana
Selanjutnya dalam menyusun perencanaan harus diperhatikan syarat-syarat
sebagaiberikut :
a. Perencanaan
harus didasarkan atas tujuan yang jelas
b. Bersifat
sederhana, realistis dan praktis
c. Terinci
dan memuat segala uraian serta klasifikasi kegiatan dan rangkaian tindakan,
sehingga mudah dipedomani dan dijalankan
d. Memiliki
fleksibelitas sehingga mudah disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi dan
situasi
e. Diusahakan
agar tidak terjadi duplikasi dalam pelaksanaan.[5]
D.
Perencanaan
Strategik
Perencanaan
strategis adalah "upaya kuat untuk menghasilkan keputusan dan tindakan
mendasar yang membentuk dan membimbing seperti apa sebuah organisasi (atau entitas lainnya), apa yang
dilakukannya, dan mengapa melakukannya".
Dari pengertian
di atas, dapat disimpulkan bahwa perencanaan strategis adalah suatu keputusan
fundamental yang akan mengarahkan organisasi pada percapaian-pencapaian
strategis sesuai visi orgnasisasi di masa depan. Perencanaan strategis
berkaitan dengan apa visi, misi, tujuan, sasaran dan pencapaian organisasi di
masa depan serta berkaitan dengan bagaimana organisasi bisa menggerakkan sumber
daya yang ada untuk mencapai tujuan tersebut.
Langkah-langkah
Perencanaan Strategis
Secara umum
langkah-langkah perencanan strategis terdiri dari 4 tahap, yaitu :
1.
menganalisis;
2.
merencanakan;
3.
mengimplementasikan; serta
4.
mengukur, Tahapan ini dimulai dari
penentuan visi organisasi sampai hasil yang diperoleh.
E.
Perencanaan
Operasional
Perencanaan operasional
adalah bagian dari rencana kerja strategis. Ini menggambarkan cara-cara jangka
pendek mencapai tonggak dan menjelaskan bagaimana, atau apa, rencana strategis
akan dimasukkan ke dalam operasi selama periode operasional yang diberikan,
dalam kasus aplikasi komersial, satu tahun fiskal atau istilah lain anggaran
yang diberikan. Rencana operasional adalah dasar dan pembenaran dari sebuah
permintaan anggaran operasi tahunan. Oleh karena itu, rencana strategis lima tahun
akan membutuhkan lima rencana operasional didanai oleh lima anggaran
operasional.
Dari pengertian diatas
dapat disimpulkan bahwa perencanaan operasional merupakan rencana yang
memberikan rincian tentang bagaimana rencana strategis itu akan dilaksanakan.
Langkah-langkah membuat perencanaan operasional
1.
Mengidentifikasi tindakan yang diperlukan
untuk menjawab pertanyaan
2.
Menentukan rangkaian kegiatan yang paling
sesuai untuk sasaran
3.
Menjabarkan rangkaian kegiatan di atas
menjadi beberapa tahapan
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
perencanaan adalah suatu
proses mempersiapkan seperangkat keputusan untuk kegiatan di masa depan yang
diarahkan untuk mencapai tujuan dengan cara yang optimal dalam pembangunan
ekonomi dan sosial secara menyeluruh dari suatu negara.
langkah-langkah perencanaan tersebut meliputi hal-hal sebagai berikut :
1.
Menentukan dan merumuskan tujuan yang
hendak dicapai.
2.
Meneliti masalah-masalah atau
pekerjaan-pekerjaan yang akan dilakukan.
3.
Mengumpulkan data-data atau
informasi-informasi yang diperlukan.
4.
Menentukan tahapan-tahapan atau rangkaian
tindakan.
5.
Merumuskan bagaimana masalah-masalah akan
dipecahkan dan bagaimana pekerjaan-pekerjaan itu harus diselesaikan.
6.
Menentukan siapa yang akan melakukan dan
apa yang mempengaruhi pelaksanaan dari tindakan tersebut.
7.
Menentukan cara bagaimana mengadakan
perubahan dalam penyusunan rencana.
perencanaan
strategis adalah suatu keputusan fundamental yang akan mengarahkan organisasi
pada percapaian-pencapaian strategis sesuai visi orgnasisasi di masa depan.
perencanaan operasional merupakan rencana yang memberikan rincian tentang bagaimana
rencana strategis itu akan dilaksanakan.
Langkah-langkah membuat perencanaan operasional
5.
Mengidentifikasi tindakan yang diperlukan
untuk menjawab pertanyaan
6.
Menentukan rangkaian kegiatan yang paling
sesuai untuk sasaran
7.
Menjabarkan rangkaian kegiatan di atas
menjadi beberapa tahapan
8.
Untuk setiap tahapan tersebut harus
ditentukan.
DAFTAR
PUSTAKA
Prof. Dr. Made Pidarta, Perencanaan
Pendidikan Parsipator, Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2005, hal. 1 http://mpiuika.wordpress.com/2017/10/25/
Syaifuddin Sa’ud dan Abin Syamsuddin, Perencanaan
Pendidikan, Bandung: Rosda Karya, 2005, hal. 4
Tilaar.H.A.R.. Manajemen Pendidikan Nasional (Kajian Pendidikan Masa
Depan). Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya. hal. 1998
http://drarifin.wordpress.com/2017/07/15/ konsep perencanaan pendekatan dan model perencanaan pendidikan
[1] Prof. Dr. Made Pidarta, Perencanaan Pendidikan Parsipator, Jakarta: PT. Rineka Cipta,
2005, hal. 1 http://mpiuika.wordpress.com/2017/o3/25/
[3]
Syaifuddin Sa’ud dan
Abin Syamsuddin, Perencanaan Pendidikan,
Bandung: Rosda Karya, 2005, hal. 4
[4]
Tilaar.H.A.R.. Manajemen
Pendidikan Nasional (Kajian Pendidikan Masa Depan). Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. hal. 1998
[5]http://drarifin.wordpress.com/2017/03/15/ konsep
perencanaan pendekatan dan model perencanaan pendidikan
