Kamis, 02 Agustus 2018

PERANAN DAN FUNGSI PERENCANAAN
DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN

Di Susun Oleh :
NAMA           : KHAIRUL IKHWAN
NIM                : 152709092
NAMA           : RAHMATULLAH
NIM                : 152709084

Dosen Pembimbing :
MAWARDANIAH, M.Pd.I.


FAKULTAS TARBIYAH
JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ( IAIN) MALIKUSSALEH LHOKSEUMAWE
TAHUN AJARAN 2017


BAB I
PENDAHULUAN

A.                Latar Belakang
Perencanaan atau yang sudah akrab dengan istilah planning adalah satu dari fungsi manajemen yang sangat penting. Bahkan kegiatan perencanaan ini selalu melekat pada kegiatan hidup kita sehari-hari, baik disadari maupun tidak. Sebuah rencana akan sangat mempengaruhi sukses atau tidaknya suatu pekerjaan. Karena itu pekerjaan yang baik adalah yang direncanakan dan dilaksanaka sesuai dengan  yang telah direncanakan.
Bagi sebuah lembaga pendidikan, perencanaan menempati posisi strategis dalam keseluruhan proses pendidikan. Perencanaan pendidikan itu memberikan kejelasan arah dalam usaha proses penyelenggaraan pendidikan, sehingga manajemen lembaga pendidikan akan dapat dilaksanakan lebih efektif dan efisien.
Untuk memperlancar jalannya sebuah institusi terutama lembaga pendidikan diperlukan perencanaan, dengan perencanaan akan mengarahkan institusi tersebut menuju tujuan yang tepat dan benar menurut tujuan institusi itu sendiri. Artinya perencanaan memberi arah bagi ketercapaian tujuan sebuah sistem, karena pada dasarnya sistem akan berjalan dengan baik jika ada perencanaan yang matang. Perencanaan akan dianggap matang dan baik jika memenuhi persyaratan dan unsur-unsur dalam perencanaan itu sendiri.
B.                 Rumusan Masalah
1.                   Arti Dan Pentingnya Perencanaan..............?
2.                   Langkah – Langkah Perencanaan...............?
3.                   Perencanaan Stategik..................................?
4.                   Perencanaan Operasional............................?



BAB II
PEMBAHASAN

A.                Pengertian Perencanaan
Perencanaan adalah menyeleksi dan menghubungkan pengetahuan, fakta, imajinasi, dan asumsi untuk masa yang akan datang dengan tujuan memvisualisasi dan memformulasi hasil yang diinginkan, urutan kegiatan yang diperlukan, dan perilaku dalam batas-batas yang dapat diterima dan digunakan dalam penyelesaian.[1]
Definisi lain menyatakan bahwa perencanaan adalah hubungan antara apa yang ada sekarang (what is) dengan bagaimana seharusnya (what should be) yang berkaitan dengan kebutuhan, penentuan tujuan, prioritas, program,dan alokasi sumber. Perencanaan di sini menekankan pada usaha mengisi kesenjangan antara keadaan sekarang dengan keadaan pada masa yang akan datang yang sesuai dengan apa yang dicita-citakan.[2]
Syaifuddin Sa’ud menyatakan bahwa perencanaan dalam arti luas adalah proses mempersiapkan kegiatan-kegiatan secara sistematis yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan menurut Muhammad Fakri perencanaan dapat diartikan sebagai proses penyusunan berbagai keputusan yang akan dilaksanakan pada masa yang akan datang untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Lebih lanjut Muhammad Fakri menyatakan bahwa perencanaan dapat juga dikatakan sebagai suatu proses pembuatan serangkaian kebijakan untuk mengendalikan masa depan sesuai yang ditentukan.[3] 
Berdasarkan pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa perencanaan adalah suatu proses mempersiapkan seperangkat keputusan untuk kegiatan di masa depan yang diarahkan untuk mencapai tujuan dengan cara yang optimal dalam pembangunan ekonomi dan sosial secara menyeluruh dari suatu negara.
B.                 Pentingnya Perencanaan
Perencanaan mempunyai posisi yang penting dalam sebuah organisasi, tanpa adanya perencanaan maka jalannya organisasi tidak jelas arah dan tujuannya. Oleh karena itu perencanaan penting karena :
a.    Dengan adanya perencanaan diharapan tumbuhnya suatu pengarahan kegiatan, adanya pedoman bagi pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang ditujukan kepada pencapaian tujuan.
b.    Dengan perencanaan, maka dapat dilakukan suatu perkiraan (forecasting ) terhadap hal-hal dalam masa pelaksanaan yang akan dilalui.
c.    Perencanaan memberikan kesempatan untuk memilih berbagai alternative tentang cara terbaik atau kesempatan untuk memilih kombinasi cara yang terbaik.
d.    Dengan perencanaan dapat dilakukan penyusunan skala prioritas.
e.    Dengan adanya rencana, maka akan ada suatu alat pengukur atau standar untuk mengadakan pengawasan atau evaluasi kerja
Dengan demikian perencanaan mempunyai peranan penting dalam organisasi publik maupun dalam organisasi yang bersifat pribadi. Dengan adanya perencanaan akan dimungkinkan untuk memprediksi kerja dimasa yang akan datang, bahkan akan mampu memprediksi kemungkinan hasil yang akan dicapai.[4]
C.                Langkah – Langkah Perencanaan
Perencanaan merupakan kegiatan yang harus dilakukan pada tingkat permulaan dan merupakan aktivitas memikirkan dan memilih rangkaian tindakan yang tertuju pada tercapainya maksud dan tujuan yang ingin dicapai. Adapun langkah-langkah perencanaan tersebut meliputi hal-hal sebagai berikut :
a.         Menentukan dan merumuskan tujuan yang hendak dicapai
b.         Meneliti masalah-masalah atau pekerjaan-pekerjaan yang akan dilakukan
c.         Mengumpulkan data-data atau informasi-informasi yang diperlukan
d.        Menentukan tahapan-tahapan atau rangkaian tindakan
e.         Merumuskan bagaimana masalah-masalah akan dipecahkan dan bagaimana pekerjaan-pekerjaan itu harus diselesaikan
f.          Menentukan siapa yang akan melakukan dan apa yang mempengaruhi pelaksanaan dari tindakan tersebut
g.         Menentukan cara bagaimana mengadakan perubahan dalam penyusunan rencana
Selanjutnya dalam menyusun perencanaan harus diperhatikan syarat-syarat sebagaiberikut :
a.    Perencanaan harus didasarkan atas tujuan yang jelas
b.    Bersifat sederhana, realistis dan praktis
c.    Terinci dan memuat segala uraian serta klasifikasi kegiatan dan rangkaian tindakan, sehingga mudah dipedomani dan dijalankan
d.    Memiliki fleksibelitas sehingga mudah disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi dan situasi
e.    Diusahakan agar tidak terjadi duplikasi dalam pelaksanaan.[5]
D.                Perencanaan Strategik
Perencanaan strategis adalah "upaya kuat untuk menghasilkan keputusan dan tindakan mendasar yang membentuk dan membimbing seperti apa sebuah  organisasi (atau entitas lainnya), apa yang dilakukannya, dan mengapa melakukannya".
Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa perencanaan strategis adalah suatu keputusan fundamental yang akan mengarahkan organisasi pada percapaian-pencapaian strategis sesuai visi orgnasisasi di masa depan. Perencanaan strategis berkaitan dengan apa visi, misi, tujuan, sasaran dan pencapaian organisasi di masa depan serta berkaitan dengan bagaimana organisasi bisa menggerakkan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan tersebut.
Langkah-langkah Perencanaan Strategis
Secara umum langkah-langkah perencanan strategis terdiri dari 4 tahap, yaitu :
1.         menganalisis;
2.         merencanakan;
3.         mengimplementasikan; serta
4.         mengukur, Tahapan ini dimulai dari penentuan visi organisasi sampai hasil yang diperoleh.
E.                 Perencanaan Operasional
Perencanaan operasional adalah bagian dari rencana kerja strategis. Ini menggambarkan cara-cara jangka pendek mencapai tonggak dan menjelaskan bagaimana, atau apa, rencana strategis akan dimasukkan ke dalam operasi selama periode operasional yang diberikan, dalam kasus aplikasi komersial, satu tahun fiskal atau istilah lain anggaran yang diberikan. Rencana operasional adalah dasar dan pembenaran dari sebuah permintaan anggaran operasi tahunan. Oleh karena itu, rencana strategis lima tahun akan membutuhkan lima rencana operasional didanai oleh lima anggaran operasional.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa perencanaan operasional merupakan rencana yang memberikan rincian tentang bagaimana rencana strategis itu akan dilaksanakan.
Langkah-langkah membuat perencanaan operasional
1.         Mengidentifikasi tindakan yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan
2.         Menentukan rangkaian kegiatan yang paling sesuai untuk sasaran
3.         Menjabarkan rangkaian kegiatan di atas menjadi beberapa tahapan
4.         Untuk setiap tahapan tersebut harus ditentukan.[6]



BAB III
PENUTUP

A.                Kesimpulan
perencanaan adalah suatu proses mempersiapkan seperangkat keputusan untuk kegiatan di masa depan yang diarahkan untuk mencapai tujuan dengan cara yang optimal dalam pembangunan ekonomi dan sosial secara menyeluruh dari suatu negara.
langkah-langkah perencanaan tersebut meliputi hal-hal sebagai berikut :
1.         Menentukan dan merumuskan tujuan yang hendak dicapai.
2.         Meneliti masalah-masalah atau pekerjaan-pekerjaan yang akan dilakukan.
3.         Mengumpulkan data-data atau informasi-informasi yang diperlukan.
4.         Menentukan tahapan-tahapan atau rangkaian tindakan.
5.         Merumuskan bagaimana masalah-masalah akan dipecahkan dan bagaimana pekerjaan-pekerjaan itu harus diselesaikan.
6.         Menentukan siapa yang akan melakukan dan apa yang mempengaruhi pelaksanaan dari tindakan tersebut.
7.         Menentukan cara bagaimana mengadakan perubahan dalam penyusunan rencana.
perencanaan strategis adalah suatu keputusan fundamental yang akan mengarahkan organisasi pada percapaian-pencapaian strategis sesuai visi orgnasisasi di masa depan.
perencanaan operasional merupakan rencana yang memberikan rincian tentang bagaimana rencana strategis itu akan dilaksanakan.
Langkah-langkah membuat perencanaan operasional
5.        Mengidentifikasi tindakan yang diperlukan untuk menjawab pertanyaan
6.        Menentukan rangkaian kegiatan yang paling sesuai untuk sasaran
7.        Menjabarkan rangkaian kegiatan di atas menjadi beberapa tahapan
8.        Untuk setiap tahapan tersebut harus ditentukan.


DAFTAR PUSTAKA

Prof. Dr. Made Pidarta, Perencanaan Pendidikan Parsipator, Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2005, hal. 1 http://mpiuika.wordpress.com/2017/10/25/
Syaifuddin Sa’ud dan Abin Syamsuddin, Perencanaan Pendidikan, Bandung: Rosda Karya, 2005, hal. 4
Tilaar.H.A.R.. Manajemen Pendidikan Nasional (Kajian Pendidikan Masa Depan). Bandung:  PT. Remaja Rosdakarya. hal.  1998
http://drarifin.wordpress.com/2017/07/15/ konsep perencanaan pendekatan dan model perencanaan pendidikan





[1] Prof. Dr. Made Pidarta, Perencanaan Pendidikan Parsipator, Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2005, hal. 1 http://mpiuika.wordpress.com/2017/o3/25/
[2] ibid
[3] Syaifuddin Sa’ud dan Abin Syamsuddin, Perencanaan Pendidikan, Bandung: Rosda Karya, 2005, hal. 4

[4] Tilaar.H.A.R.. Manajemen Pendidikan Nasional (Kajian Pendidikan Masa Depan). Bandung:  PT. Remaja Rosdakarya. hal.  1998

[5]http://drarifin.wordpress.com/2017/03/15/ konsep perencanaan pendekatan dan model perencanaan pendidikan

Tidak ada komentar: