PENTINGNYA
DUKUNGAN KEPALA SEKOLAH
DALAM
MENUNJANG KINERJA GURU
Di
Susun Oleh :
NAMA : KHAIRUL IKHWAN
NIM : 152709092
PRODI : MPI
UNIT/SEM : I/III
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
Salah satu
persoalan pendidikan yang sedang dihadapi bangsa adalah persoalan mutu
pendidikan pada suatu jenjang dan satuan pendidikan. Berbagai usaha telah
dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional antara lain melalui
berbagai pelatihan dan peningkatan kompetensi guru, pengadaan buku, dan alat
pelajaran, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, dan meningkatkan mutu
manajemen sekolah. Namun demikian, indikator mutu pendidikan belum menunjukkan
peningkatan yang berarti. Sebagian sekolah, menunjukkan peningkatan mutu
pendidikan yang mencakup mengembirakan, namun sebagian besar lainnya masih
memprihatinkan.
Peningkatan mutu
pendidikan merupakan sasaran pembangunan di bidang pendidikan nasional dan
merupakan bagian integral dari upaya peningkatan kualitas manusia indonesia
secara menyeluruh. Mutu pendidikan dipengaruhi oleh beberapa faktor dan salah
satu diantaranya adalah pemimpin.
Salah satu
permasalahan penting yang dihadapi oleh para pemimpin adalah bagaimana dapat
meningkatkan kinerja karyawannya sehingga dapat mendukung keberhasilan tercapai
tujuan. Menurut Shermerharn (2003 : 7) bahwa pemimpin atau manajer yang baik
adalah yang mampu menciptakan suatu kondisi sehingga orang secara individu atau
kelompok dapat bekerja sama dan mencapai kinerja yang tinggi.
Menurut komari
(2006 : 80) Sekolah merupakan salah satu lembaga yang dipercaya masyarakat dan
negara untuk menyediakan sumber daya manusia yang dibutuhkan dalam perkembangan
bangsa. Untuk itu dibutuhkan seorang pemimpin yang didasarkan pada jati diri
bangsa yang hakiki, bersumber nilai-nilai kebudayaan dan agama serta mampu
mengantisipasi perubahan yang terjadi di dunia pendidikan.
Wahyosumidjo
(2001 : 3) Sekolah merupakan salah satu lembaga pendidikan yang dipercaya
masyarakatdan negara untuk menyediakan sumber daya manusia yang dibutuhkan
dalam pembangunan bangsa. Sebuah sekolah adalah organisasi yang kompleks dan
unik, sehingga memerlukan tingkat koordinasi yang tinggi.
Menurut Nurkholis (2005 : 154) Kepala
sekolah sebagai pemimpin pendidikan harus dapat mengenal dan mengerti berbagai
kedudukan, keadaan dan apa yang diinginkan baik oleh guru maupun oleh pegawai
tata usaha serta pembantu lainnya. Sehingga dengan kerja sama yang baik
menghasilkan pikiran yang harmonis dalam usaha perbaikan sekolah. Kegagalan
mencerminkan kurang berhasilnya perilaku serta peranan kepemimpinan seorang
kepala sekolah. Semua ini perlu menjadi timbangan bagi seorang kepala sekolah
untuk menggerakkan seluruh anggota yang dipimpinnya.
Kepemimpinan yang baik tentunya
sangat berdampak pada tercapai tidaknya tujuan organisasi karena pemimpin
memiliki pengaruh terhadap kinerja yang dipimpinnya. Kemampuan untuk
mempengaruhi suatu kelompok untuk mencapai suatu tujuan merupakan bagian dari
kepemimpinan.
Sagala (2007 : 93) Tampak secara
jelas peran kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan. Para kepala sekolah
yang mendapat kepercayaan untuk memimpin sekolah, perlu menyenangi dan
mencintai pekerjaan yang terkait dengan tugas dan tanggung jawab yang
dipercayai kepadanya. Kepala sekolah perlu menyusun program yang mempunyai daya
tarik berkaitan dengan mutu sekolah.
Soetjipto (1999 : 51) Di dalam
organisasi juga dibutuhkan pegawai atau tenaga kependidikan yang dapat membantu
pelayanan administrasi sekolah khususnya bagi pelanggan. Maksud pelanggan
disini adalah peserta didik, orang tua siswa dan orang-orang yang terlibat
dalam organisasi. Tenaga kependidikan yang dimaksud disini adalah guru yang
bekerja dilingkungan pendidikan atau sekolah dengan tujuan memperoleh prestasi
dan kualitas sekolah.
B.
RUMUSAN
MASALAH
1. Bagaimana
mutu pendidikan di sekolah ?
2. Bagaimana
kepemimpinan kepala sekolah ?
3. Apa
saja peran dan fungsi kepala sekolah ?
4. Bagaimana
kinerja guru di sekolah ?
5. Bagaimana
usaha kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru ?
C.
TUJUAN
Untuk mengetahui
dan mengenal tentang mutu pendidikan di sekolah serta dapat memberikan
penambahan ilmu tentang bagaimana seorang kepala sekolah dalam meningkatkan
kinerja seorang gurunya di sekolah beserta gaya beserta peran seorang kepala
sekolah.
BAB II
KAJIAN TEORI
A.
Dukungan
Dukungan adalah
suatu bentuk perhatian, kepedulian, penghargaan, rasa nyaman, ketenangan atau
bantuan yang diberikan kepada orang lain, baik secara kelompok maupun individu.
Selain itu, dukungan juga bisa menjadi metode pengobatan bagi seseorangkarena
dari sebuah dukungan induvidu tersebut bisa termotivasi untuk berubah.
Menurut Gottlieb
(1983 : 83) dukungan adalah informasi verbal ,sasaran, bantuan yang nyata atau
tingkah laku yang diberikan orang-orang yang akrab dengan subjek didalam
lingkungan sosial atau organisasi yang berupa kehadiran dan hal yang dapat
memberi keuntungan emosional atau pengaruh pada tingkah laku penerimanya. Dalam
hal ini orang yang memperoleh dukungan, secara emosional merasa lega
diperhatikan, mendapat saran dan kesan yang menyenagkan baginya.
B.
Kepala
sekolah
Kepala sekolah
berasal dari dua kata yaitu “kepala” dan “sekolah”. Kata kepala diartikan
sebagai ketua atau pemimpin dalam sebuah organisasi atau sebuah lembaga.
Sedangkan kata sekolah diartikan sebagai suatu lembaga dimana menjadi tempat menerima
dan memberi pelajaran. Secara singkat kepala sekolah dapat diartikan sebagai
pemimpin sekolah atau suatu lembaga dimana tempat menerima dan memberi
pelajaran.
Menurut Mulyasa
(2007 : 24) kepala sekolah adalah salah
satu komponen pendidikan yang paling berperan dalam meningkatkan kualitas
pendidikan. Kepala sekolah adalah penanggung jawab atas penyelenggaraan
pendidikan, administrasi sekolah, pembinaan tenaga kependidikan, pendayagunaan
serta pemeliharaan sarana dan prasarana juga sebagai supervisor pada sekolah yang
dipimpinnya. Jika dilihat dari syarat guru untuk menjadi kepala sekolah, kepala
sekolah bisa dikatakan sebagai jenjang karir dari jabatan fungsional guru.
Apabila seorang guru emiliki kompetensi sebagai kepala sekolah dan telah
memenuhi persyaratan tes tertentu maka guru tersebut dapat memperoleh jabatan
kepala sekolah.
Agar sekolah
dapat mencapai tujuannya secara efektif dan efesien, maka kepala sekolah harus
melaksanakan fungsi-fungsi manajerial seperti perencanaan, pengorganisasian, pengarahan,
pemberi motivasi, pelaksanaan, pengorganisasian pengendalian, evaluasi dan
inovasi. Kepala sekolah yang baik diharapkan akan membentuk pelaksanaan
pembelajaran yang baik. Jika pembelajaran disekolah baik maka tentunya akan
menghasilkan prestasi yang baik pula siswanya maupun gurunya.
C.
Guru
Dalam dunia
pendidikan guru merupakan komponen stategis yang memiliki peran yang sangat
penting dalam menentukan gerak maju kehidupan bangsa. Bahkan keberadaan guru
merupakan faktor kondisi yang tidak mungkin diganti oleh komponen manapun dalam
kehidupan bangsa sejak dulu. Keberadaan guru bagi suatu bangsa sangatlah
penting, apalagi bagi suatu bangsa yang sedang membangun, terlebih-lebih bagi
keberlangsungan hidup bangsa ditengah-tengah lintas perjalanan di zaman
teknologi canggih dan segala perubahan serta pergaseran nilai yang cenderung
memberikan nuansa kepada kehidupan yang menuntut ilmu dan seni dalam kadar
dinamika untuk dapat mengadaptasi.
Menurut Syaiful
(2005 : 38) Guru adalah figur seorang pemimpin yang menciptakan generasi
penerus bangsa yang berkualitas, tidak hanya dari sisi intelektual tetapi juga
dari tata cara berperilaku dalam masyarakat. Bila dipahami tugas guru tidak
harus menguasai satu atau beberapa disiplin keilmuan yang harus dapat
diajarkannya, guru juga harus mendapatkan pendidikan kebudayaan yang mendasar
untuk aspek manusiawi. Jadi disamping membiasakan mereka untuk mampu menguasai
pengetahuan yang dalam, juga membantu mereka untuk dapat menguasai satu dasar
kebudayaan yang kuat. Jadi, bagi guru juga perlu diberikan dasar pendidikan
umum.
Menurut Muhtar
(1992 : 54) Guru merupakan unsur penting dalam keseluruhan sistem pendidikan.
Oleh karena itu peran dan kedudukan guru dalam meningkatkan mutu dan kualitas
anak didik perlu diperhitungkan dengan sungguh-sungguh. Status guru bukan hanya
sebatas pegawai yang hanya semata-mata melaksanakan tugas tanpa ada rasa
tanggung jawab terhadap disiplin ilmu yang diembannya. Dalam pendidikan itu,
guru mempunyai tiga tugas pokok yang dapat dilaksanakan sebagai berikut :
1. Tugas
profesional
2. Tugas
manusiawi
3. Tugas
kemasyarakatan.
BAB III
PEMBAHASAN
A.
Mutu
Pendidikan Di Sekolah
Syaiful (2007 :
57 ) Berbicara tentang mutu disekolah yang diharapkan, tentunya kita
menginginkan sesuatu yang ideal. Ideal yang dimaksudkan disini adalah memenuhi
standar yang sesuai dengan kebutuhan minimal sekolah yang dikategorikan
bermutu. Kepemimpinan kepala sekolah yang ideal adalah kepala sekolah yang
memenuhi standar kompetensi yaitu kepala sekolah yang mempunyai kemampuan
manajerial sekolah dengan baik serta mempunyai peran sebagai edukator, manager, administrator supervisor,
leader, inovator dan motivator.
Selanjutnya
seorang kepala sekolah diharapkan mempunyai tenaga-tenaga kependidikan yang
memiliki kualitas akademik dan sudah di sertifikasi serta memiliki kompetensi
pedagogik, kepribadian, profesional dan sosial. Yang tidak sekedar mengajar
akan tetapi juga mempunyai motivasi tinggi terhadap peningkatan mutu pendidikan
di sekolah.
Program
pengembangan kurikulum yang merupakan aspek paling penting dalam proses
pendidikan karena memberikan pedoman dan arahan yang jelas bagi pelaksanaan
pembelajaran. Hal tersebut tentunya ada hubungannya antara pihak sekolah dengan
masyarakat khususnya para orang tua murid sebagai pengguna jasa pendidikan.
Dari segi sarana dan prasarana diharapkan telah memenuhi standar yang
diamanatkan PP No.19 tahun 2005. Dengan demikian dengan adanya sarana dan
prasarana tersebut secara langsung akan mempengaruhi pendidika di sekolah.
1. Konsep
tentang mutu
Menurut Husaini
mutu adalah tingkat keunggulan. Jadi, mutu merupakan keinginan pelanggan, mutu
yang tinggi merupakan kunci untuk satu rasa kebanggaan, tingkat produktivitas
dan cermin kemampuan dalam penghasilan. Dimana tujuan mutu harus merupakan
produk dan jasa yang dapat memberikan kepuasan bagi pelanggannya.
Mutu dalam
pendidikan bukanlah barang akan tetapi layana, dimana mutu harus dapat memenuhi
kebutuhan, harapan dan keinginan semua pihak/pemakai dengan fokus utamanya
terletak pada peserta didik. Mutu pendidikan berkembang seirama dengan tuntutan
kebutuhan hasil pendidikan yang berkaitan dengan kemajuan ilmu dan teknologi
yang melekat pada wujud pengembangan kualitas sumber daya manusia.
2. Aspek
dan indikator mutu
Dalam
pengelolaan sekolah yang efektif dan berorientasi pada mutu pendidikan
memerlukan suatu komitmen yang penuh kesungguhandalam peningkatan mutu,
berjangka panjang dan membutuhkan penggunaan peralatan dan teknik-teknik
tertentu. Komitmen tersebut harus didukung oleh dedikasi yang tinggi terhadap
mutu melalui penyempurnaan proses yang berkelanjutan oleh semua pihak yang
terlibat yang dikenal dengan istilah MMT ( manajemen mutu terpadu ).
Ketika
aspek-aspek dan indikator pengelolaan lembaga pendidikan dapat dijalankan dan
diarahkan ke sebuah mutu yang tinggi. Maka keberhasilan dari pencapaian mutu
tersebut harus merupakan integrasi dari semua keinginan dan partisipasi
stakeholder dalam pencapaian hasil akhir.
3. Strategi
pengembangan mutu
Kekuatan dalam
perubahan memperlihatkan fenomena yang terus berkelanjutan dalam pemenuhan akan
perubahan tersebut. Akhirnya akan mendorong dalam upaya pemilihan strategi yang
dapat diterapkan pada kondisi-kondisi yang terduga maupun tak terduga yang
kemudian muncul. Keberhasilan stategi sangat bergantung pada kemampuan dalam
memimpin untuk membangun komitmen, menghubungkan stategi dan visi yang tetap,
mengatur sumber-sumber yang mendukung terlaksananya stategi. Alat, media dasar
yang akan bermanfaat dalam menguji posisi sekolah sekarang dalam kerangka
penentuan strategi.
Strategi yang
dapat dilakukan adalah dengan melakukan analisis SWOT yaitu :
a. Kekuatan
(strength)
b. Kelemahan
(weaknesess)
c. Peluang/kesempatan
(opportunitiy)
d. Ancaman
(threat)
Tujuan
analisis ini untuk mengetahui posisi sekolah, apakah sebuah sekolah sudah maju
atau masih tertinggal dalam mutu pendidikannya.
4. teknik
pengendali mutu
keberhasilan
lembaga sekolah dapat dilihat dari sudut dan tingkat kepuasan dari
pelanggannya, yaitu pelanggan sekolah yang dikategorikan pelanggan internal
maupun pelanggan eksternal. Hal ini memberikan arti bahwa ukuran sebuah
keberhasilan sebuah sekolah dapat dilihat dari layanan yang diberikannya.
Apakah layanan itu berada pada taraf yang sama atau sesuai dengan harapan
pelanggan atau bahkan melebihi, seperti apa yang diharapkan oleh pelanggan
dengan menggunakan tehnik total quality control
(TQC).
Sistem artinya
apabila salah satu subsistem lemah maka seluruh sistem akan menjadi lemah.
Kendali mutu atau quality control circle
(QCC) adalah salah satu teknik dalam upaya pengendalian mutu sekolah, dimana
kelompok-kelompok personel sekolah melakukan kegiatan pengendalian dan
peningkatan mutu secara teratur, sukarela dan berkesinambungan melalui
penerapan prinsip-prinsip dan teknik-teknik pengendalian mutu. Selain teknik
tersebut, dapat pula dilaksanakan teknik pengawasan mutu berdasarkan data
seperti cecklist, diagram, grafik, diagram sebab akibat, brainstroming dan
statistical proces control.
B.
Kepemimpinan
Kepala Sekolah
Menurut Wahjosumidjo
(2011 : 17) kepemimpinan diterjemahkan kedalam istilah sifat-sifat, perilaku
pribadi, pengaruh terhadap orang lain, pola-pola interaksi, hubungan kerja sama
antar peran, kedudukan dari suatu jabatan administrasi, dan persepsi dari
lain-lain tentang pengaruh legitimasi pengaruh.
Perlu dibedakan
antara tipr dan gaya kepemimpinan. Kepemimpinan seseorang dapat digolong
kedalam satu tipe dan mungkin setiap tipe bisa memiliki berbagai macam gaya
kepemimpinan. Salah seorang pemimpin yang memiliki salah tipe biasanya
menyesuaikan diri dengan situasi yang dihadapi dalam melaksanakan
kepemimpinannya.
Mukhtar dan
Iskandar (2009 : 85) ada tiga tipe kepemimpinan dalam kehidupan suatu
organisasi, termasuk organisasi sekolah, yaitu :
1. Tipe
otoriter
2. Tipe
laissez-faire
3. Tipe
demokratis
Perilaku
kepemimpinan yang ditampilkan dalam proses manejerial secara konsisten disebut
sebagai gaya (style) kepemimpinan.
Gaya kepemimpinan lebih cenderung kepada situasi. Gaya kepemimpinan yang
dimaksud sebagai cara berperilaku yang khas dari seorang pemimpin terhadap para
anggota kelompoknya. Dengan demikian, gaya kepemimpinan adalah cara pemimpin
berperilaku secara konsisten terhadap bawahan sebagai anggota kelompok. Gaya
kepemimpinan pendidikan adalah cara seorang pemimpin lembaga pendidikan dalam
mengatur, mengarahkan, dan membimbing guru-guru agar bekerja sama untuk
mencapai tujuan pendidikan. Kepemimpinan pendidikan merupakan posisi yang
sangat menuntun kemampuan membaca dan memahami karakter, sifat dan kepribadian
guru yang menjadi bawahannya.
Mulyasa (2013 :
19) mengemukakan bahwa indikator kepala sekolah yang efektif secara umum dapat
diamati dari tiga hal pokok yaitu sebagai berikut :
1. Komitmen
terhadap visi sekolah dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
2. Menjadikan
visi sekolah sebagai pedoman dalam mengelola dan memimpin sekolah.
3. Senantiasa
memfokuskan kegiatannya terhadap pembelajaran dan kinerja guru di kelas.
Kepala sekolah
sebagai pemimpin yang baik adalah seorang kepala sekolah yang memiliki karakter
dan ciri-ciri khusus yang mencakup kepribadian, keahlian dasar, pengalaman dan
profesional, pengetahuan administrasi dan pengawasan. Kemampuan yang harus
diwujudskan kepala sekolah sebagai pemimpin dapat dianalisa dari kepribadian,
pengetahuan terhadap tenaga kependidikan, visi dan misi sekolah, kemampuan
mengambil keputusan dan kemampuan berkomunikasi.
Gaya
kepemimpinan kepala sekolah paling tidak ada empat gaya kepemimpinan yang
sering dilakukan kepala sekolah dan dipandang representative terhadap
peningkatan kinerja guru yaitu :
1. Gaya
kepemimpinan transaksional
2. Gaya
kepemimpinan visioner
3. Gaya
kepemimpinan transformasional
4. Gaya
kepemimpinan situasional.
C.
Peran
Dan Fungsi Kepala Sekolah
kepala sekolah
merupakan jabatan karir yang diperoleh seeseorang setelah sekian lama menjabat
sebagai guru. Seseorang diangkat dan dipercaya menduduki jabatan kepala sekolah
harus memenuhi kriteria-kriteria yang disyaratkan untuk jabatan dimaksud.
Wahjosumidjo
(2011 : 83) menjelaskan secara sederhana kepala sekolah dapat didefinisikan
sebagai seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas tambahan untuk
memimpin suatu lembaga atau sekolah dimana diselenggarakan proses belajar
mengajar, atau tempat dimana terjadinya interaksi antara guru yang memberikan
pelajaran dan murid yang menerima pelajaran.
Kepala sekolah
berfungsi sebagai pemimpin pendidikan berarti peningkatan mutu akan berjalan
dengan baik apabila guru bersifat terbuka, kreatif dan memiliki semangat kerja
yang tinggi. Dalam melaksanakan fungsinya, kinerja seorang kepala sekolah
seiring dirumuskan sebagai EMASLIM, singkatan dari educator, manager, adminis-trator, supervisor, leader, innovator,
motivator.
Kompetensi
kepala sekolah dalam mengelola satuan pendidikan disyaratkan menguasai
keterampilan dan kompetensi terttentu yang dapat mendukung pelaksanaan
tugasnya.
Wahyudi (2012 :
28) mengartikan kompetensi sebagai kemampuan melaksanakan suatu yang diperoleh
melalui pendidikandan latihan. Kompetensi diperoleh melalui pendidikan dan
latihan dengan standardan kualitas tertentu sesuai dengan tugas yang ingin
dilaksanakan. Secara umum tugas dan peran kepala sekolah memiliki lima dimensi
kompetensi sebagaimana Termaktub pada Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 tentang
standar kepala sekolah madrasah, yaitu kompetensi kepribadian, manajerial,
kewirausahaan, supervisi, dan kompetensi sosial.
D.
Kinerja
Guru
Menurut Supardi
(2013 : 54) kinerja guru merupakan kemampuan seorang guru dalam melaksanakan
tugas pembelajaran di sekolah dan bertanggung jawab atas pesserta didik dibawah
bimbingannya dengan meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Oleh karena
itu, kinerja guru dapat diartikan sebagai suatu kondisi dimana menunjukkan
kemampuan seorang guru dalam melaksanakan tugasnya di sekolah dan menggambarkan
adanya suatu perbuatan yang ditampilkan oleh guru selama melakukan aktivitas
pembelajaran.
Kinerja guru
menyangkut seluruh aktivitas yang dilakukan oleh seorang guru dalam
mengembangkan amanat dan tanggung jawabnya dalam mendidik, mengajar,
membimbing, mengarahkan, dan memadu siswa untuk mencapai tingkat kedewasaan dan
kematangannya, jenis kinerja antara lain adalah kinerja pekerjaan dan kinerja
tugas.
Weson (2009 :
42) perilaku masyarakat ialah menegaskan sebagai karyawan yang melakukan
kegiatan dengan sukarela atau tanpa hadiah, tetapi mempunyai kontribusi yang
baik terhadap organisasi dan tempat bekerja. Ada dua kategori perilaku
masyarakat :
1. Pada
perilaku masyarakat yang paling terkenal ialah hubungan antar individu, seperti
perilaku karyawan atau rekan kerja yang saling membantu, me-suppot, dan mengembangkan sesama rekan
kerja yang pekerjaannya melebihi kemampuan pekerjanya.
2. Dalam
perilaku masyarakat ialah perilaku masyarakat dalam berorganisasi. Perilaku ini
sangat membawa pengaruh besar dalam me-support
dan mempertahankan suatu organisasi.
Armstrong
(2006 : 119) perkembangan kinerja guru merupakan sebuah bagian dari fundamental
yang proses berkelanjutan dari sebuah manajemen kinerja. Tujuannya untuk
menjadi salah satu dari kinerja yang tinggi walaupun pengaruh ini membawa
langkah untuk persetujuan di bawah kinerja. Sementara untuk manajemen sendiri
kinerja yang lemah selalu membawa kegagalan, tetapi kinerja yang lemah mungkin
merupakan hasil dari pemimpin yang tidak cukup baik, manajemen yang buruk, atau
sistem kerja yang tidak berfungsi. Kegagalan dapat menjadi populer dalam
organisasi karena pemimpin yang tidak tegas. Suhardiman (2012 : 35) ada tiga
faktor yang mempengaruhi kinerja :
1. Kemampuan
Kemampuan ialah kemampuan yang dimiliki oleh pegawai
yang terlibat dalam kegiatan produksi. Para pegawai harus memiliki kemampuan
yang sesuai dengan kebutuhan. Jadi, kemampuan yang dimiliki harus mendukung
pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Dengan demikian, para pegawai menjadi
profesional di bidangnya.
2. Upaya
Upaya adalah harus ada upaya dari seluruh orang yang
terlibat dalam organisasi, mulai dari pimpinan sampai para staf untuk selalu
meningkatkan kemampuannya yang mendukung terhadap peningkatan kinerja.
3. Peluang
Peluang adalah kesempatan dimana untuk meningkatkan
kinerjanya walaupun sekecil apapun peluangnya maka harus dimanfaatkan oleh
seluruh pegawai yang terlibat dalam organisasi.
E.
Kepemimpinan
Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru
Secara teoritik
kepemimpinan pada dasarnya kemampuan menggerakkan, memberikan motivasi dan
mempengaruhi orang-orang yang bersedia melakukan tindakan-tindakan yang terarah
pada tercapainya tujuan melalui keberanian pengambilan keputusan tentang
kegiatan yang harus dilakukan.
Purwanto (1995 :
46) pendekatan perilaku merupakan konsep kepemimpinan yang sesuai dengan
prinsip-prinsip mendidik. Tidak seorang pun akan mengingkari bahwa salah satu
pendidikan adalah mengubah tingkah laku, apakah itu tingkah laku siswa ataupun
tingkah laku subjek didik lainnya. Setiap pendidik didalam melakukan tugasnya
perlu memperhatikan dan menyesuaikan diri dengan perilaku subjek didiknya. Baik
perilaku sebagai individu maupun perilaku sebagai kelompok.
Jadi
kepemimpinan pendidikan adalah segenap kegiatan dalam usaha mempengaruhi orang
lain yang ada dilingkungan pendidikan pada situasi tertentu agar orang lain
melalui kerja sama mau bekerja dengan rasa penuh tanggung jawab dan ikhlas demi
tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
Husna (1985 :
18) Kepala sekolah merupakan motor penggerak, penentu arah kebijakan sekolah,
yang akan menentukan bagaimana tujuan-tujuan sekolah dan pendidikan pada
umumnya direalisasikan. Disamping itu kepala sekolah juga berperan penting
dalam meningkatkan kinerja guru dan pretasi siswa. Berkenaan dengan ini kepala
sekolah harus mampu menjadi pemimpin yang dapat memberi contoh dalam memotivasi
peserta didik untuk meningkatkan rasa cinta terhadap ilmu pengetahuan.
Kepala sekolah
dalam kaitannya dengan peningkatan kinerja guru adalah segala upaya yang
dilakukan dan hasil yang dapat dicapai oleh kepala sekolah dalam
mengimplementasikan manajemen sumber daya pengajar di sekolah dan mewujudkan
tujuan pendidikan. Kepala sekolah mempunyai kedudukan dan fungsi untuk
mengarahkan dan mendorong bawahannya agar tugas dan kegiatan disekolah dapat
berjalan dengan baik, efektif dan efesien. Sebagai manajer dialah yang membuat
perencanaan, mengatur pelaksanaan, mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan
tugas-tugas, serta menyusun laporan pelaksanaan kegiatan dari kepala sekolah
tersebut. Namun demikian, dilingkungan sekolah juga terdapat tuntutan agar
kepala sekolah juga mampu untuk berkomunikasi serta mampu memobilisasi
partisipasi masyarakat.
Ada tiga yang
dapat menjadikan kinerja guru menjadi lebih baik yaitu :
1. Pembinaan
disiplin
dalam kaitannya dengan disiplin, maka kepala sekolah
menegakkan disiplin tersebut kepada guru-guru bahwa semua guru harus berangkat
lebih awal atau lebih cepat daripada siswa, dan disini pula di sebuah sekolah
setiap pagi masuk ruangan maka siswa harus mengaji, akan tetapi peraturan
tersebut tidak hanya berlaku pada siswa saja tetapi guru juga harus disiplin
untuk memberikan contoh kepada para siswa.
2. Pemberian
motivasi
Kepala sekolah harus selalu memberikan motivasi
kepada para guru, karyawan dan para siswanya. Karena setiap guru memiliki
karakteristik khusus, yang satu sama lain berbeda, hal tersebut memerlukan
perhatian dan pelayanan khusus dari kepala sekolah, agar mereka dapat
memanfaatkan waktu untuk meningkatkan kinerjanya. Perbedaan guru tidak hanya
dari fisik, tetapi juga dari psikisnya, misalnya motivasi. Oleh karena itu,
untuk meningkatkan kinerja guru kepala sekolah perlu memberi atau membangkitkan
motivasi para guru dan faktor lain yang mempengaaruhinya.
3. Penghargaan
Penghargaan diberikan oleh kepala sekolah kepada
para bawahannya itu sangat penting untuk meningkatkan kegiatan yang produktif.
Dengan penghargaan, guru akan terangsang untuk meningkatkan kinerja yang
positif dan produktif. Walaupun penghargaan ini hanya berupa ucapan atau pujian
yang bisa menambah semangat kinerjanya seorang guru, serta mengatur pemberian
gaji guru pada setiap awal bulan.
Dalam
melaksanakan tugas dan fungsinya, kepala sekolah memiliki gaya kepemimpinan masing-masing
yang sangat mempengaruhi kinerja para tenaga kependidikan dilingkungan kerjanya
masing-masing. Kegagalan dan keberhasilan sekolah banyak ditentukan oleh kepala
sekolah, karena kepala sekolah merupakan pengendali dan penentu arah yang
hendak ditempuh oleh sekolah menuju tujuannya.
Adapun upaya
meningkatkan kerja guru di sekolah antara lain :
a. Memberikan
dorongan timbulnya kemauan yang kuat kepada guru agar percaya diri dan semangat
dalam menjalankan tugasnya.
b. Memberikan
bimbingan, pengarahan dan dorongan untuk berdiri didepan demi kemajuan dan
memberikan inspirasi sekolah dalam mencapai tujuan.
c. Membujuk
dan memberi keyakinan kepada guru dalam mengerjakan tugasnya.
d. Menghindari
sikap dan perbuatan yang bersifat memaksa atau bertindak keras dalam memberikan
tugas kepada para guru.
Kepala sekolah
juga meberikan pelatihan bagi para guru dengan cara mengikut sertakan guru
dalam berbagai pelatihan sesuai dengan bidangnya masing-masing. Selain itu
kepala sekolah juga memberi pelatiha ESQ kepada guru karyawan dan para siswa,
terutama kepada siswa yang akan menghadapi ujian nasional. Pelatihan ESQ ini
bertujuan untuk melatih mental dan spiritual agar mampu mengontrol diri
sendiri, karyawan dan para siswa mempunyai motivasi spiritual untuk membangun
bangsa. Harus ada motivasi spiritual yang menjiwai mereka, sehingga mereka
tidak hanya membangun bangsa tetapi yang lebih pentingnya adalah pengabdiannya.
Sebagai kepala
sekolah dalam meningkatkan kinerja guru pastinya tidak selalu berjalan
denganlancar, pastinya ada kendala dan hambatan antara lain :
a. Dalam
hal komunikasi dengan bawahan kadang masih ada rasa segan.
b. Masing-masing
guru mempunyai kepentingan sendiri.
c. Sikap,
latar belakang dan tingkat sosial guru yang berbeda-beda.
BAB IV
PENUTUP
mutu disekolah
yang diharapkan, tentunya kita menginginkan sesuatu yang ideal. Ideal yang
dimaksudkan disini adalah memenuhi standar yang sesuai dengan kebutuhan minimal
sekolah yang dikategorikan bermutu. Kepemimpinan kepala sekolah yang ideal
adalah kepala sekolah yang memenuhi standar kompetensi yaitu kepala sekolah
yang mempunyai kemampuan manajerial sekolah dengan baik serta mempunyai peran
sebagai edukator, manager, administrator
supervisor, leader, inovator dan motivator.
kepemimpinan
diterjemahkan kedalam istilah sifat-sifat, perilaku pribadi, pengaruh terhadap
orang lain, pola-pola interaksi, hubungan kerja sama antar peran, kedudukan
dari suatu jabatan administrasi, dan persepsi dari lain-lain tentang pengaruh
legitimasi pengaruh.
ada tiga tipe kepemimpinan
dalam kehidupan suatu organisasi, termasuk organisasi sekolah, yaitu :
4. Tipe
otoriter
5. Tipe
laissez-faire
6. Tipe
demokratis
Gaya
kepemimpinan kepala sekolah paling tidak ada empat gaya kepemimpinan yang
sering dilakukan kepala sekolah dan dipandang representative terhadap
peningkatan kinerja guru yaitu :
5. Gaya
kepemimpinan transaksional
6. Gaya
kepemimpinan visioner
7. Gaya
kepemimpinan transformasional
8. Gaya
kepemimpinan situasional.
Kepala
sekolah berfungsi sebagai pemimpin pendidikan berarti peningkatan mutu akan
berjalan dengan baik apabila guru bersifat terbuka, kreatif dan memiliki
semangat kerja yang tinggi. Dalam melaksanakan fungsinya, kinerja seorang
kepala sekolah seiring dirumuskan sebagai EMASLIM, singkatan dari educator, manager, adminis-trator,
supervisor, leader, innovator, motivator.
kinerja guru
merupakan kemampuan seorang guru dalam melaksanakan tugas pembelajaran di
sekolah dan bertanggung jawab atas pesserta didik dibawah bimbingannya dengan
meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Oleh karena itu, kinerja guru
dapat diartikan sebagai suatu kondisi dimana menunjukkan kemampuan seorang guru
dalam melaksanakan tugasnya di sekolah dan menggambarkan adanya suatu perbuatan
yang ditampilkan oleh guru selama melakukan aktivitas pembelajaran.
Kepala sekolah
dalam kaitannya dengan peningkatan kinerja guru adalah segala upaya yang
dilakukan dan hasil yang dapat dicapai oleh kepala sekolah dalam
mengimplementasikan manajemen sumber daya pengajar di sekolah dan mewujudkan
tujuan pendidikan. Kepala sekolah mempunyai kedudukan dan fungsi untuk
mengarahkan dan mendorong bawahannya agar tugas dan kegiatan disekolah dapat
berjalan dengan baik, efektif dan efesien. Sebagai manajer dialah yang membuat
perencanaan, mengatur pelaksanaan, mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan
tugas-tugas, serta menyusun laporan pelaksanaan kegiatan dari kepala sekolah
tersebut. Namun demikian, dilingkungan sekolah juga terdapat tuntutan agar
kepala sekolah juga mampu untuk berkomunikasi serta mampu memobilisasi
partisipasi masyarakat.
Ada tiga yang
dapat menjadikan kinerja guru menjadi lebih baik yaitu :
1. Pembinaan
disiplin
2. Pemberian
motivasi
3. Penghargaan
DAFTAR PUSTAKA
Schermenharn,
J. R. (2003) manajemen. Jakarta : PT.
Raja Grafindo Persada.
Aan Komari. (2006) Visionery Leadership Menuju Sekolah Efektif. Jakarta : Bumi Aksara.
Wahyosumidjo. (2001) kepemimpinan kepala sekolah tinjauan
teoritik dan permasalahannya. jakarta : Raja Grafindo Persada.
Nurkholis. (2005) manajemen berbasis sekolah. jakarta : PT. Grasindo.
Soetjipto. (1999) profesionalisme keguruan. jakarta : PT. Rineka Cipta
Sagala, S. (2007) manajemen stategi dalam meningkatkan mutu pendidikan. Bandung : CV.
Alfabeta.
Armstrong, M. (2006) ferformance management. United Strates :
Kogan Page.
Wesson, (2009) organizational behavior. New York : McGraw-Hill Inc.
Suhardiman, B. (2012) studi pengembangan kepala sekolah.
Jakarta : Rineka Cipta.
Supardi, (2013) kinerja guru. Jakarta : Raja Grafindo Persada.
Wahjosumidjo, (2011) kepemimpinan kepala sekolah. Jakarta :
Rajawali Pers.
Mukhtar dan Iskandar (2009) orientasi baru supervisi pendidikan.
Jakarta : Gaung Persada.
Mulyasa, E. (2013) manajemen dan kepemimpinan kepala sekolah. Jakarta : PT. Bumi
Aksara.
Wahyudi, (2012) kepemimpinan kepala sekolah dalam organisasi pembelajaran. Bandung
: Alfabeta
Gottlieb, (1983) sosial
support stategi. California : SP. Inc
Syaiful, B. (2005) guru dan peserta didik dalam interaksi edukasi. Jakarta : PT.
Rineka Cipta
Muhtar, (1992) pedoman bimbingan guru dalam proses belajar mengajar. Jakarta : PGK
& PTK Dep. Dikbud
Husaini, U. (2006) manajemen,teoti,praktik, dan riset pendidikan. Jakarta : Bumi
Aksara
Purwanto, N. (1995) administrasi dan supervisi pendidikan. Bandung : PT. Remaja Rosda
Karya
Husna, U. A. (1985) pengantar kepemimpinan pendidikan. Jakarta : Ghalia Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar