Kamis, 14 September 2017

KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN

PENTINGNYA DUKUNGAN KEPALA SEKOLAH
DALAM MENUNJANG KINERJA GURU

Di Susun Oleh :

NAMA           : KHAIRUL IKHWAN
NIM                : 152709092
PRODI           : MPI
UNIT/SEM    : I/III


BAB I
PENDAHULUAN

A.                LATAR BELAKANG
Salah satu persoalan pendidikan yang sedang dihadapi bangsa adalah persoalan mutu pendidikan pada suatu jenjang dan satuan pendidikan. Berbagai usaha telah dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional antara lain melalui berbagai pelatihan dan peningkatan kompetensi guru, pengadaan buku, dan alat pelajaran, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, dan meningkatkan mutu manajemen sekolah. Namun demikian, indikator mutu pendidikan belum menunjukkan peningkatan yang berarti. Sebagian sekolah, menunjukkan peningkatan mutu pendidikan yang mencakup mengembirakan, namun sebagian besar lainnya masih memprihatinkan.
Peningkatan mutu pendidikan merupakan sasaran pembangunan di bidang pendidikan nasional dan merupakan bagian integral dari upaya peningkatan kualitas manusia indonesia secara menyeluruh. Mutu pendidikan dipengaruhi oleh beberapa faktor dan salah satu diantaranya adalah pemimpin.
Salah satu permasalahan penting yang dihadapi oleh para pemimpin adalah bagaimana dapat meningkatkan kinerja karyawannya sehingga dapat mendukung keberhasilan tercapai tujuan. Menurut Shermerharn (2003 : 7) bahwa pemimpin atau manajer yang baik adalah yang mampu menciptakan suatu kondisi sehingga orang secara individu atau kelompok dapat bekerja sama dan mencapai kinerja yang tinggi.
Menurut komari (2006 : 80) Sekolah merupakan salah satu lembaga yang dipercaya masyarakat dan negara untuk menyediakan sumber daya manusia yang dibutuhkan dalam perkembangan bangsa. Untuk itu dibutuhkan seorang pemimpin yang didasarkan pada jati diri bangsa yang hakiki, bersumber nilai-nilai kebudayaan dan agama serta mampu mengantisipasi perubahan yang terjadi di dunia pendidikan.
Wahyosumidjo (2001 : 3) Sekolah merupakan salah satu lembaga pendidikan yang dipercaya masyarakatdan negara untuk menyediakan sumber daya manusia yang dibutuhkan dalam pembangunan bangsa. Sebuah sekolah adalah organisasi yang kompleks dan unik, sehingga memerlukan tingkat koordinasi yang tinggi.
            Menurut Nurkholis (2005 : 154) Kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan harus dapat mengenal dan mengerti berbagai kedudukan, keadaan dan apa yang diinginkan baik oleh guru maupun oleh pegawai tata usaha serta pembantu lainnya. Sehingga dengan kerja sama yang baik menghasilkan pikiran yang harmonis dalam usaha perbaikan sekolah. Kegagalan mencerminkan kurang berhasilnya perilaku serta peranan kepemimpinan seorang kepala sekolah. Semua ini perlu menjadi timbangan bagi seorang kepala sekolah untuk menggerakkan seluruh anggota yang dipimpinnya.
            Kepemimpinan yang baik tentunya sangat berdampak pada tercapai tidaknya tujuan organisasi karena pemimpin memiliki pengaruh terhadap kinerja yang dipimpinnya. Kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok untuk mencapai suatu tujuan merupakan bagian dari kepemimpinan.
            Sagala (2007 : 93) Tampak secara jelas peran kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan. Para kepala sekolah yang mendapat kepercayaan untuk memimpin sekolah, perlu menyenangi dan mencintai pekerjaan yang terkait dengan tugas dan tanggung jawab yang dipercayai kepadanya. Kepala sekolah perlu menyusun program yang mempunyai daya tarik berkaitan dengan mutu sekolah.
            Soetjipto (1999 : 51) Di dalam organisasi juga dibutuhkan pegawai atau tenaga kependidikan yang dapat membantu pelayanan administrasi sekolah khususnya bagi pelanggan. Maksud pelanggan disini adalah peserta didik, orang tua siswa dan orang-orang yang terlibat dalam organisasi. Tenaga kependidikan yang dimaksud disini adalah guru yang bekerja dilingkungan pendidikan atau sekolah dengan tujuan memperoleh prestasi dan kualitas sekolah.
B.                 RUMUSAN MASALAH

1.    Bagaimana mutu pendidikan di sekolah ?
2.    Bagaimana kepemimpinan kepala sekolah ?
3.    Apa saja peran dan fungsi kepala sekolah ?
4.    Bagaimana kinerja guru di sekolah ?
5.    Bagaimana usaha kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru ?

C.                TUJUAN
Untuk mengetahui dan mengenal tentang mutu pendidikan di sekolah serta dapat memberikan penambahan ilmu tentang bagaimana seorang kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja seorang gurunya di sekolah beserta gaya beserta peran seorang kepala sekolah.




BAB II
KAJIAN TEORI


A.                Dukungan
Dukungan adalah suatu bentuk perhatian, kepedulian, penghargaan, rasa nyaman, ketenangan atau bantuan yang diberikan kepada orang lain, baik secara kelompok maupun individu. Selain itu, dukungan juga bisa menjadi metode pengobatan bagi seseorangkarena dari sebuah dukungan induvidu tersebut bisa termotivasi untuk berubah.
Menurut Gottlieb (1983 : 83) dukungan adalah informasi verbal ,sasaran, bantuan yang nyata atau tingkah laku yang diberikan orang-orang yang akrab dengan subjek didalam lingkungan sosial atau organisasi yang berupa kehadiran dan hal yang dapat memberi keuntungan emosional atau pengaruh pada tingkah laku penerimanya. Dalam hal ini orang yang memperoleh dukungan, secara emosional merasa lega diperhatikan, mendapat saran dan kesan yang menyenagkan baginya.
B.                 Kepala sekolah
Kepala sekolah berasal dari dua kata yaitu “kepala” dan “sekolah”. Kata kepala diartikan sebagai ketua atau pemimpin dalam sebuah organisasi atau sebuah lembaga. Sedangkan kata sekolah diartikan sebagai suatu lembaga dimana menjadi tempat menerima dan memberi pelajaran. Secara singkat kepala sekolah dapat diartikan sebagai pemimpin sekolah atau suatu lembaga dimana tempat menerima dan memberi pelajaran.
Menurut Mulyasa (2007 : 24)  kepala sekolah adalah salah satu komponen pendidikan yang paling berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Kepala sekolah adalah penanggung jawab atas penyelenggaraan pendidikan, administrasi sekolah, pembinaan tenaga kependidikan, pendayagunaan serta pemeliharaan sarana dan prasarana juga sebagai supervisor pada sekolah yang dipimpinnya. Jika dilihat dari syarat guru untuk menjadi kepala sekolah, kepala sekolah bisa dikatakan sebagai jenjang karir dari jabatan fungsional guru. Apabila seorang guru emiliki kompetensi sebagai kepala sekolah dan telah memenuhi persyaratan tes tertentu maka guru tersebut dapat memperoleh jabatan kepala sekolah.
Agar sekolah dapat mencapai tujuannya secara efektif dan efesien, maka kepala sekolah harus melaksanakan fungsi-fungsi manajerial seperti perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pemberi motivasi, pelaksanaan, pengorganisasian pengendalian, evaluasi dan inovasi. Kepala sekolah yang baik diharapkan akan membentuk pelaksanaan pembelajaran yang baik. Jika pembelajaran disekolah baik maka tentunya akan menghasilkan prestasi yang baik pula siswanya maupun gurunya.
C.                Guru
Dalam dunia pendidikan guru merupakan komponen stategis yang memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan gerak maju kehidupan bangsa. Bahkan keberadaan guru merupakan faktor kondisi yang tidak mungkin diganti oleh komponen manapun dalam kehidupan bangsa sejak dulu. Keberadaan guru bagi suatu bangsa sangatlah penting, apalagi bagi suatu bangsa yang sedang membangun, terlebih-lebih bagi keberlangsungan hidup bangsa ditengah-tengah lintas perjalanan di zaman teknologi canggih dan segala perubahan serta pergaseran nilai yang cenderung memberikan nuansa kepada kehidupan yang menuntut ilmu dan seni dalam kadar dinamika untuk dapat mengadaptasi.
Menurut Syaiful (2005 : 38) Guru adalah figur seorang pemimpin yang menciptakan generasi penerus bangsa yang berkualitas, tidak hanya dari sisi intelektual tetapi juga dari tata cara berperilaku dalam masyarakat. Bila dipahami tugas guru tidak harus menguasai satu atau beberapa disiplin keilmuan yang harus dapat diajarkannya, guru juga harus mendapatkan pendidikan kebudayaan yang mendasar untuk aspek manusiawi. Jadi disamping membiasakan mereka untuk mampu menguasai pengetahuan yang dalam, juga membantu mereka untuk dapat menguasai satu dasar kebudayaan yang kuat. Jadi, bagi guru juga perlu diberikan dasar pendidikan umum.
Menurut Muhtar (1992 : 54) Guru merupakan unsur penting dalam keseluruhan sistem pendidikan. Oleh karena itu peran dan kedudukan guru dalam meningkatkan mutu dan kualitas anak didik perlu diperhitungkan dengan sungguh-sungguh. Status guru bukan hanya sebatas pegawai yang hanya semata-mata melaksanakan tugas tanpa ada rasa tanggung jawab terhadap disiplin ilmu yang diembannya. Dalam pendidikan itu, guru mempunyai tiga tugas pokok yang dapat dilaksanakan sebagai berikut :
1.      Tugas profesional
2.      Tugas manusiawi
3.      Tugas kemasyarakatan.














BAB III
PEMBAHASAN


A.                Mutu Pendidikan Di Sekolah
Syaiful (2007 : 57 ) Berbicara tentang mutu disekolah yang diharapkan, tentunya kita menginginkan sesuatu yang ideal. Ideal yang dimaksudkan disini adalah memenuhi standar yang sesuai dengan kebutuhan minimal sekolah yang dikategorikan bermutu. Kepemimpinan kepala sekolah yang ideal adalah kepala sekolah yang memenuhi standar kompetensi yaitu kepala sekolah yang mempunyai kemampuan manajerial sekolah dengan baik serta mempunyai peran sebagai edukator, manager, administrator supervisor, leader, inovator dan motivator.
Selanjutnya seorang kepala sekolah diharapkan mempunyai tenaga-tenaga kependidikan yang memiliki kualitas akademik dan sudah di sertifikasi serta memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional dan sosial. Yang tidak sekedar mengajar akan tetapi juga mempunyai motivasi tinggi terhadap peningkatan mutu pendidikan di sekolah.
Program pengembangan kurikulum yang merupakan aspek paling penting dalam proses pendidikan karena memberikan pedoman dan arahan yang jelas bagi pelaksanaan pembelajaran. Hal tersebut tentunya ada hubungannya antara pihak sekolah dengan masyarakat khususnya para orang tua murid sebagai pengguna jasa pendidikan. Dari segi sarana dan prasarana diharapkan telah memenuhi standar yang diamanatkan PP No.19 tahun 2005. Dengan demikian dengan adanya sarana dan prasarana tersebut secara langsung akan mempengaruhi pendidika di sekolah.
1.      Konsep tentang mutu
Menurut Husaini mutu adalah tingkat keunggulan. Jadi, mutu merupakan keinginan pelanggan, mutu yang tinggi merupakan kunci untuk satu rasa kebanggaan, tingkat produktivitas dan cermin kemampuan dalam penghasilan. Dimana tujuan mutu harus merupakan produk dan jasa yang dapat memberikan kepuasan bagi pelanggannya.
Mutu dalam pendidikan bukanlah barang akan tetapi layana, dimana mutu harus dapat memenuhi kebutuhan, harapan dan keinginan semua pihak/pemakai dengan fokus utamanya terletak pada peserta didik. Mutu pendidikan berkembang seirama dengan tuntutan kebutuhan hasil pendidikan yang berkaitan dengan kemajuan ilmu dan teknologi yang melekat pada wujud pengembangan kualitas sumber daya manusia.
2.      Aspek dan indikator mutu
Dalam pengelolaan sekolah yang efektif dan berorientasi pada mutu pendidikan memerlukan suatu komitmen yang penuh kesungguhandalam peningkatan mutu, berjangka panjang dan membutuhkan penggunaan peralatan dan teknik-teknik tertentu. Komitmen tersebut harus didukung oleh dedikasi yang tinggi terhadap mutu melalui penyempurnaan proses yang berkelanjutan oleh semua pihak yang terlibat yang dikenal dengan istilah MMT ( manajemen mutu terpadu ).
Ketika aspek-aspek dan indikator pengelolaan lembaga pendidikan dapat dijalankan dan diarahkan ke sebuah mutu yang tinggi. Maka keberhasilan dari pencapaian mutu tersebut harus merupakan integrasi dari semua keinginan dan partisipasi stakeholder dalam pencapaian hasil akhir.
3.      Strategi pengembangan mutu
Kekuatan dalam perubahan memperlihatkan fenomena yang terus berkelanjutan dalam pemenuhan akan perubahan tersebut. Akhirnya akan mendorong dalam upaya pemilihan strategi yang dapat diterapkan pada kondisi-kondisi yang terduga maupun tak terduga yang kemudian muncul. Keberhasilan stategi sangat bergantung pada kemampuan dalam memimpin untuk membangun komitmen, menghubungkan stategi dan visi yang tetap, mengatur sumber-sumber yang mendukung terlaksananya stategi. Alat, media dasar yang akan bermanfaat dalam menguji posisi sekolah sekarang dalam kerangka penentuan strategi.
Strategi yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan analisis SWOT yaitu :
a.       Kekuatan (strength)
b.      Kelemahan (weaknesess)
c.       Peluang/kesempatan (opportunitiy)
d.      Ancaman (threat)
Tujuan analisis ini untuk mengetahui posisi sekolah, apakah sebuah sekolah sudah maju atau masih tertinggal dalam mutu pendidikannya.
4.      teknik pengendali mutu
keberhasilan lembaga sekolah dapat dilihat dari sudut dan tingkat kepuasan dari pelanggannya, yaitu pelanggan sekolah yang dikategorikan pelanggan internal maupun pelanggan eksternal. Hal ini memberikan arti bahwa ukuran sebuah keberhasilan sebuah sekolah dapat dilihat dari layanan yang diberikannya. Apakah layanan itu berada pada taraf yang sama atau sesuai dengan harapan pelanggan atau bahkan melebihi, seperti apa yang diharapkan oleh pelanggan dengan menggunakan tehnik total quality control (TQC).
Sistem artinya apabila salah satu subsistem lemah maka seluruh sistem akan menjadi lemah. Kendali mutu atau quality control circle (QCC) adalah salah satu teknik dalam upaya pengendalian mutu sekolah, dimana kelompok-kelompok personel sekolah melakukan kegiatan pengendalian dan peningkatan mutu secara teratur, sukarela dan berkesinambungan melalui penerapan prinsip-prinsip dan teknik-teknik pengendalian mutu. Selain teknik tersebut, dapat pula dilaksanakan teknik pengawasan mutu berdasarkan data seperti cecklist, diagram, grafik, diagram sebab akibat, brainstroming dan statistical proces control.
B.                 Kepemimpinan Kepala Sekolah
Menurut Wahjosumidjo (2011 : 17) kepemimpinan diterjemahkan kedalam istilah sifat-sifat, perilaku pribadi, pengaruh terhadap orang lain, pola-pola interaksi, hubungan kerja sama antar peran, kedudukan dari suatu jabatan administrasi, dan persepsi dari lain-lain tentang pengaruh legitimasi pengaruh.
Perlu dibedakan antara tipr dan gaya kepemimpinan. Kepemimpinan seseorang dapat digolong kedalam satu tipe dan mungkin setiap tipe bisa memiliki berbagai macam gaya kepemimpinan. Salah seorang pemimpin yang memiliki salah tipe biasanya menyesuaikan diri dengan situasi yang dihadapi dalam melaksanakan kepemimpinannya.
Mukhtar dan Iskandar (2009 : 85) ada tiga tipe kepemimpinan dalam kehidupan suatu organisasi, termasuk organisasi sekolah, yaitu :
1.      Tipe otoriter
2.      Tipe laissez-faire
3.      Tipe demokratis
Perilaku kepemimpinan yang ditampilkan dalam proses manejerial secara konsisten disebut sebagai gaya (style) kepemimpinan. Gaya kepemimpinan lebih cenderung kepada situasi. Gaya kepemimpinan yang dimaksud sebagai cara berperilaku yang khas dari seorang pemimpin terhadap para anggota kelompoknya. Dengan demikian, gaya kepemimpinan adalah cara pemimpin berperilaku secara konsisten terhadap bawahan sebagai anggota kelompok. Gaya kepemimpinan pendidikan adalah cara seorang pemimpin lembaga pendidikan dalam mengatur, mengarahkan, dan membimbing guru-guru agar bekerja sama untuk mencapai tujuan pendidikan. Kepemimpinan pendidikan merupakan posisi yang sangat menuntun kemampuan membaca dan memahami karakter, sifat dan kepribadian guru yang menjadi bawahannya.
Mulyasa (2013 : 19) mengemukakan bahwa indikator kepala sekolah yang efektif secara umum dapat diamati dari tiga hal pokok yaitu sebagai berikut :
1.      Komitmen terhadap visi sekolah dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
2.      Menjadikan visi sekolah sebagai pedoman dalam mengelola dan memimpin sekolah.
3.      Senantiasa memfokuskan kegiatannya terhadap pembelajaran dan kinerja guru di kelas.
Kepala sekolah sebagai pemimpin yang baik adalah seorang kepala sekolah yang memiliki karakter dan ciri-ciri khusus yang mencakup kepribadian, keahlian dasar, pengalaman dan profesional, pengetahuan administrasi dan pengawasan. Kemampuan yang harus diwujudskan kepala sekolah sebagai pemimpin dapat dianalisa dari kepribadian, pengetahuan terhadap tenaga kependidikan, visi dan misi sekolah, kemampuan mengambil keputusan dan kemampuan berkomunikasi.
Gaya kepemimpinan kepala sekolah paling tidak ada empat gaya kepemimpinan yang sering dilakukan kepala sekolah dan dipandang representative terhadap peningkatan kinerja guru yaitu :
1.      Gaya kepemimpinan transaksional
2.      Gaya kepemimpinan visioner
3.      Gaya kepemimpinan transformasional
4.      Gaya kepemimpinan situasional.
C.                Peran Dan Fungsi Kepala Sekolah
kepala sekolah merupakan jabatan karir yang diperoleh seeseorang setelah sekian lama menjabat sebagai guru. Seseorang diangkat dan dipercaya menduduki jabatan kepala sekolah harus memenuhi kriteria-kriteria yang disyaratkan untuk jabatan dimaksud.
Wahjosumidjo (2011 : 83) menjelaskan secara sederhana kepala sekolah dapat didefinisikan sebagai seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas tambahan untuk memimpin suatu lembaga atau sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar, atau tempat dimana terjadinya interaksi antara guru yang memberikan pelajaran dan murid yang menerima pelajaran.
Kepala sekolah berfungsi sebagai pemimpin pendidikan berarti peningkatan mutu akan berjalan dengan baik apabila guru bersifat terbuka, kreatif dan memiliki semangat kerja yang tinggi. Dalam melaksanakan fungsinya, kinerja seorang kepala sekolah seiring dirumuskan sebagai EMASLIM, singkatan dari educator, manager, adminis-trator, supervisor, leader, innovator, motivator.
Kompetensi kepala sekolah dalam mengelola satuan pendidikan disyaratkan menguasai keterampilan dan kompetensi terttentu yang dapat mendukung pelaksanaan tugasnya.
Wahyudi (2012 : 28) mengartikan kompetensi sebagai kemampuan melaksanakan suatu yang diperoleh melalui pendidikandan latihan. Kompetensi diperoleh melalui pendidikan dan latihan dengan standardan kualitas tertentu sesuai dengan tugas yang ingin dilaksanakan. Secara umum tugas dan peran kepala sekolah memiliki lima dimensi kompetensi sebagaimana Termaktub pada Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 tentang standar kepala sekolah madrasah, yaitu kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan kompetensi sosial.
D.                Kinerja Guru
Menurut Supardi (2013 : 54) kinerja guru merupakan kemampuan seorang guru dalam melaksanakan tugas pembelajaran di sekolah dan bertanggung jawab atas pesserta didik dibawah bimbingannya dengan meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Oleh karena itu, kinerja guru dapat diartikan sebagai suatu kondisi dimana menunjukkan kemampuan seorang guru dalam melaksanakan tugasnya di sekolah dan menggambarkan adanya suatu perbuatan yang ditampilkan oleh guru selama melakukan aktivitas pembelajaran.
Kinerja guru menyangkut seluruh aktivitas yang dilakukan oleh seorang guru dalam mengembangkan amanat dan tanggung jawabnya dalam mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, dan memadu siswa untuk mencapai tingkat kedewasaan dan kematangannya, jenis kinerja antara lain adalah kinerja pekerjaan dan kinerja tugas.
Weson (2009 : 42) perilaku masyarakat ialah menegaskan sebagai karyawan yang melakukan kegiatan dengan sukarela atau tanpa hadiah, tetapi mempunyai kontribusi yang baik terhadap organisasi dan tempat bekerja. Ada dua kategori perilaku masyarakat :
1.      Pada perilaku masyarakat yang paling terkenal ialah hubungan antar individu, seperti perilaku karyawan atau rekan kerja yang saling membantu, me-suppot, dan mengembangkan sesama rekan kerja yang pekerjaannya melebihi kemampuan pekerjanya.
2.      Dalam perilaku masyarakat ialah perilaku masyarakat dalam berorganisasi. Perilaku ini sangat membawa pengaruh besar dalam me-support dan mempertahankan suatu organisasi.
Armstrong (2006 : 119) perkembangan kinerja guru merupakan sebuah bagian dari fundamental yang proses berkelanjutan dari sebuah manajemen kinerja. Tujuannya untuk menjadi salah satu dari kinerja yang tinggi walaupun pengaruh ini membawa langkah untuk persetujuan di bawah kinerja. Sementara untuk manajemen sendiri kinerja yang lemah selalu membawa kegagalan, tetapi kinerja yang lemah mungkin merupakan hasil dari pemimpin yang tidak cukup baik, manajemen yang buruk, atau sistem kerja yang tidak berfungsi. Kegagalan dapat menjadi populer dalam organisasi karena pemimpin yang tidak tegas. Suhardiman (2012 : 35) ada tiga faktor yang mempengaruhi kinerja :
1.      Kemampuan
Kemampuan ialah kemampuan yang dimiliki oleh pegawai yang terlibat dalam kegiatan produksi. Para pegawai harus memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan. Jadi, kemampuan yang dimiliki harus mendukung pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Dengan demikian, para pegawai menjadi profesional di bidangnya.
2.      Upaya
Upaya adalah harus ada upaya dari seluruh orang yang terlibat dalam organisasi, mulai dari pimpinan sampai para staf untuk selalu meningkatkan kemampuannya yang mendukung terhadap peningkatan kinerja.
3.      Peluang
Peluang adalah kesempatan dimana untuk meningkatkan kinerjanya walaupun sekecil apapun peluangnya maka harus dimanfaatkan oleh seluruh pegawai yang terlibat dalam organisasi.
E.                 Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru
Secara teoritik kepemimpinan pada dasarnya kemampuan menggerakkan, memberikan motivasi dan mempengaruhi orang-orang yang bersedia melakukan tindakan-tindakan yang terarah pada tercapainya tujuan melalui keberanian pengambilan keputusan tentang kegiatan yang harus dilakukan.
Purwanto (1995 : 46) pendekatan perilaku merupakan konsep kepemimpinan yang sesuai dengan prinsip-prinsip mendidik. Tidak seorang pun akan mengingkari bahwa salah satu pendidikan adalah mengubah tingkah laku, apakah itu tingkah laku siswa ataupun tingkah laku subjek didik lainnya. Setiap pendidik didalam melakukan tugasnya perlu memperhatikan dan menyesuaikan diri dengan perilaku subjek didiknya. Baik perilaku sebagai individu maupun perilaku sebagai kelompok.
Jadi kepemimpinan pendidikan adalah segenap kegiatan dalam usaha mempengaruhi orang lain yang ada dilingkungan pendidikan pada situasi tertentu agar orang lain melalui kerja sama mau bekerja dengan rasa penuh tanggung jawab dan ikhlas demi tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
Husna (1985 : 18) Kepala sekolah merupakan motor penggerak, penentu arah kebijakan sekolah, yang akan menentukan bagaimana tujuan-tujuan sekolah dan pendidikan pada umumnya direalisasikan. Disamping itu kepala sekolah juga berperan penting dalam meningkatkan kinerja guru dan pretasi siswa. Berkenaan dengan ini kepala sekolah harus mampu menjadi pemimpin yang dapat memberi contoh dalam memotivasi peserta didik untuk meningkatkan rasa cinta terhadap ilmu pengetahuan.
Kepala sekolah dalam kaitannya dengan peningkatan kinerja guru adalah segala upaya yang dilakukan dan hasil yang dapat dicapai oleh kepala sekolah dalam mengimplementasikan manajemen sumber daya pengajar di sekolah dan mewujudkan tujuan pendidikan. Kepala sekolah mempunyai kedudukan dan fungsi untuk mengarahkan dan mendorong bawahannya agar tugas dan kegiatan disekolah dapat berjalan dengan baik, efektif dan efesien. Sebagai manajer dialah yang membuat perencanaan, mengatur pelaksanaan, mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan tugas-tugas, serta menyusun laporan pelaksanaan kegiatan dari kepala sekolah tersebut. Namun demikian, dilingkungan sekolah juga terdapat tuntutan agar kepala sekolah juga mampu untuk berkomunikasi serta mampu memobilisasi partisipasi masyarakat.
Ada tiga yang dapat menjadikan kinerja guru menjadi lebih baik yaitu :
1.      Pembinaan disiplin
dalam kaitannya dengan disiplin, maka kepala sekolah menegakkan disiplin tersebut kepada guru-guru bahwa semua guru harus berangkat lebih awal atau lebih cepat daripada siswa, dan disini pula di sebuah sekolah setiap pagi masuk ruangan maka siswa harus mengaji, akan tetapi peraturan tersebut tidak hanya berlaku pada siswa saja tetapi guru juga harus disiplin untuk memberikan contoh kepada para siswa.
2.      Pemberian motivasi
Kepala sekolah harus selalu memberikan motivasi kepada para guru, karyawan dan para siswanya. Karena setiap guru memiliki karakteristik khusus, yang satu sama lain berbeda, hal tersebut memerlukan perhatian dan pelayanan khusus dari kepala sekolah, agar mereka dapat memanfaatkan waktu untuk meningkatkan kinerjanya. Perbedaan guru tidak hanya dari fisik, tetapi juga dari psikisnya, misalnya motivasi. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kinerja guru kepala sekolah perlu memberi atau membangkitkan motivasi para guru dan faktor lain yang mempengaaruhinya.
3.      Penghargaan
Penghargaan diberikan oleh kepala sekolah kepada para bawahannya itu sangat penting untuk meningkatkan kegiatan yang produktif. Dengan penghargaan, guru akan terangsang untuk meningkatkan kinerja yang positif dan produktif. Walaupun penghargaan ini hanya berupa ucapan atau pujian yang bisa menambah semangat kinerjanya seorang guru, serta mengatur pemberian gaji guru pada setiap awal bulan.
Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, kepala sekolah memiliki gaya kepemimpinan masing-masing yang sangat mempengaruhi kinerja para tenaga kependidikan dilingkungan kerjanya masing-masing. Kegagalan dan keberhasilan sekolah banyak ditentukan oleh kepala sekolah, karena kepala sekolah merupakan pengendali dan penentu arah yang hendak ditempuh oleh sekolah menuju tujuannya.
Adapun upaya meningkatkan kerja guru di sekolah antara lain :
a.       Memberikan dorongan timbulnya kemauan yang kuat kepada guru agar percaya diri dan semangat dalam menjalankan tugasnya.
b.      Memberikan bimbingan, pengarahan dan dorongan untuk berdiri didepan demi kemajuan dan memberikan inspirasi sekolah dalam mencapai tujuan.
c.       Membujuk dan memberi keyakinan kepada guru dalam mengerjakan tugasnya.
d.      Menghindari sikap dan perbuatan yang bersifat memaksa atau bertindak keras dalam memberikan tugas kepada para guru.
Kepala sekolah juga meberikan pelatihan bagi para guru dengan cara mengikut sertakan guru dalam berbagai pelatihan sesuai dengan bidangnya masing-masing. Selain itu kepala sekolah juga memberi pelatiha ESQ kepada guru karyawan dan para siswa, terutama kepada siswa yang akan menghadapi ujian nasional. Pelatihan ESQ ini bertujuan untuk melatih mental dan spiritual agar mampu mengontrol diri sendiri, karyawan dan para siswa mempunyai motivasi spiritual untuk membangun bangsa. Harus ada motivasi spiritual yang menjiwai mereka, sehingga mereka tidak hanya membangun bangsa tetapi yang lebih pentingnya adalah pengabdiannya.
Sebagai kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru pastinya tidak selalu berjalan denganlancar, pastinya ada kendala dan hambatan antara lain :
a.       Dalam hal komunikasi dengan bawahan kadang masih ada rasa segan.
b.      Masing-masing guru mempunyai kepentingan sendiri.
c.       Sikap, latar belakang dan tingkat sosial guru yang berbeda-beda.








BAB IV
PENUTUP


mutu disekolah yang diharapkan, tentunya kita menginginkan sesuatu yang ideal. Ideal yang dimaksudkan disini adalah memenuhi standar yang sesuai dengan kebutuhan minimal sekolah yang dikategorikan bermutu. Kepemimpinan kepala sekolah yang ideal adalah kepala sekolah yang memenuhi standar kompetensi yaitu kepala sekolah yang mempunyai kemampuan manajerial sekolah dengan baik serta mempunyai peran sebagai edukator, manager, administrator supervisor, leader, inovator dan motivator.
kepemimpinan diterjemahkan kedalam istilah sifat-sifat, perilaku pribadi, pengaruh terhadap orang lain, pola-pola interaksi, hubungan kerja sama antar peran, kedudukan dari suatu jabatan administrasi, dan persepsi dari lain-lain tentang pengaruh legitimasi pengaruh.
ada tiga tipe kepemimpinan dalam kehidupan suatu organisasi, termasuk organisasi sekolah, yaitu :
4.      Tipe otoriter
5.      Tipe laissez-faire
6.      Tipe demokratis
Gaya kepemimpinan kepala sekolah paling tidak ada empat gaya kepemimpinan yang sering dilakukan kepala sekolah dan dipandang representative terhadap peningkatan kinerja guru yaitu :
5.      Gaya kepemimpinan transaksional
6.      Gaya kepemimpinan visioner
7.      Gaya kepemimpinan transformasional
8.      Gaya kepemimpinan situasional.
Kepala sekolah berfungsi sebagai pemimpin pendidikan berarti peningkatan mutu akan berjalan dengan baik apabila guru bersifat terbuka, kreatif dan memiliki semangat kerja yang tinggi. Dalam melaksanakan fungsinya, kinerja seorang kepala sekolah seiring dirumuskan sebagai EMASLIM, singkatan dari educator, manager, adminis-trator, supervisor, leader, innovator, motivator.
kinerja guru merupakan kemampuan seorang guru dalam melaksanakan tugas pembelajaran di sekolah dan bertanggung jawab atas pesserta didik dibawah bimbingannya dengan meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Oleh karena itu, kinerja guru dapat diartikan sebagai suatu kondisi dimana menunjukkan kemampuan seorang guru dalam melaksanakan tugasnya di sekolah dan menggambarkan adanya suatu perbuatan yang ditampilkan oleh guru selama melakukan aktivitas pembelajaran.
Kepala sekolah dalam kaitannya dengan peningkatan kinerja guru adalah segala upaya yang dilakukan dan hasil yang dapat dicapai oleh kepala sekolah dalam mengimplementasikan manajemen sumber daya pengajar di sekolah dan mewujudkan tujuan pendidikan. Kepala sekolah mempunyai kedudukan dan fungsi untuk mengarahkan dan mendorong bawahannya agar tugas dan kegiatan disekolah dapat berjalan dengan baik, efektif dan efesien. Sebagai manajer dialah yang membuat perencanaan, mengatur pelaksanaan, mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan tugas-tugas, serta menyusun laporan pelaksanaan kegiatan dari kepala sekolah tersebut. Namun demikian, dilingkungan sekolah juga terdapat tuntutan agar kepala sekolah juga mampu untuk berkomunikasi serta mampu memobilisasi partisipasi masyarakat.
Ada tiga yang dapat menjadikan kinerja guru menjadi lebih baik yaitu :
1.      Pembinaan disiplin
2.      Pemberian motivasi
3.      Penghargaan




DAFTAR PUSTAKA

Schermenharn, J. R. (2003) manajemen. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.
Aan Komari. (2006) Visionery Leadership Menuju Sekolah Efektif. Jakarta : Bumi Aksara.
Wahyosumidjo. (2001) kepemimpinan kepala sekolah tinjauan teoritik dan permasalahannya. jakarta : Raja Grafindo Persada.
Nurkholis. (2005) manajemen berbasis sekolah.  jakarta : PT. Grasindo.
Soetjipto. (1999) profesionalisme keguruan.  jakarta : PT. Rineka Cipta
Sagala, S. (2007) manajemen stategi dalam meningkatkan mutu pendidikan. Bandung : CV. Alfabeta.
Armstrong, M. (2006) ferformance management. United Strates : Kogan Page.
Wesson, (2009) organizational behavior. New York : McGraw-Hill Inc.
Suhardiman, B. (2012) studi pengembangan kepala sekolah. Jakarta : Rineka Cipta.
Supardi, (2013) kinerja guru. Jakarta : Raja Grafindo Persada.
Wahjosumidjo, (2011) kepemimpinan kepala sekolah. Jakarta : Rajawali Pers.
Mukhtar dan Iskandar (2009) orientasi baru supervisi pendidikan. Jakarta : Gaung Persada.
Mulyasa, E. (2013) manajemen dan kepemimpinan kepala sekolah. Jakarta : PT. Bumi Aksara.
Wahyudi, (2012) kepemimpinan kepala sekolah dalam organisasi pembelajaran. Bandung : Alfabeta
Gottlieb,  (1983) sosial support stategi. California : SP. Inc
Syaiful, B. (2005) guru dan peserta didik dalam interaksi edukasi. Jakarta : PT. Rineka Cipta
Muhtar, (1992) pedoman bimbingan guru dalam proses belajar mengajar. Jakarta : PGK & PTK Dep. Dikbud
Husaini, U. (2006) manajemen,teoti,praktik, dan riset pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara
Purwanto, N. (1995) administrasi dan supervisi pendidikan. Bandung : PT. Remaja Rosda Karya

Husna, U. A. (1985) pengantar kepemimpinan pendidikan. Jakarta : Ghalia Indonesia