Kamis, 10 November 2016

kurikulum



BAB I
PENDAHULUAN

A.                Latar Belakang
Kurikulum merupakan suatu rencana pendidikan, serta proses pendidikan. Kemampuan seorang guru diuji dalam bentuk perbuatan yang akan mewujudkan bentuk kurikulum yang nyata dan hidup yang diterapkan di dalam kelas. Disana semua konsep, prinsip, nilai, pengetahuan, metode, alat dan kemampuan guru diuji. Perwujudan konsep, prinsip, dan aspek-aspek kurikulum tersebut seluruhnya terletak pada guru. Oleh karena itu, gurulah pemegang kunci pelaksanaan dan keberhasilan          kurikulum.Sebagai alat penting dalam upaya pencapaian tujuan pendidikan, kurikulum hendaknya berperan dan bersifat anticipatory dan adaptif terhadap perubahan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kurikulum tidak boleh statis. Oleh karena itu, wajar jika kurikulum selalu berubah dan berkembang sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedang terjadi. Sasaran yang ingin dicapai dalam pengembangan kurikulum lebih dititik beratkan pada upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Prinsip-prinsip yang akan digunakan dalam kegiatan pengembangan kurikulum pada dasarnya merupakan kaidah-kaidah atau hukum yang akan menjiwai suatu kurikulum. Dalam pengembangan kurikulum, dapat menggunakan prinsip-prinsip yang telah berkembang dalam kehidupan sehari-hari atau justru menciptakan sendiri prinsip-prinsip baru.
B.                 Rumusan Masalah
a.                   Apa saja prinsip-prinsip dalam perkembangan kurikulum ?

C.                Tujuan Penulisan
a.                   Pengkajian dan pembahasan Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum

BAB II
PEMBAHASAN


A.                 Prinsip-prinsip kurikulum
Kurikulum merupakan rancangan pendidikan yang merangkum semua pengalaman belajar yang disediakan bagi siswa di sekolah.  Kurikulum disusun oleh para ahli pendidikan/ ahli kurikulum, ahli bidang ilmu, pendidikan, pejabat pendidikan, pengusaha serta unsur-unsur masyarakat lainnya. Rancangan ini disusun dengan maksud memberi pedoman kepada para pelaksana pendidikan, dalam proses pembimbingan perkembangan siswa, mencapai tujuan yang dicita-citakan oleh siswa sendiri, keluarga maupun masyarakat.
Kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan yang dinamis. Hal ini berarti bahwa kurikulum harus selalu dikembangkan dan disempurnakan agar sesuai dengan laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta masyarakat yang sedang membangun. Pengembangan kurikulum harus didasarkan pada prinsip-prinsip pengembangan yang berlaku. Hal ini dimaksudkan agar hasil pengembangan kurikulum tersebut sesuai dengan minat, bakat, kebutuhan peserta didik, lingkungan, kebutuhan daerah sehingga dapat memperlancar pelaksanaan proses pendidikan dalam rangka perwujudan atau pencapaian tujuan pendidikan nasional.
Nana Syaodih Sukmadinata (1997) mengelompokkan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum ke dalam dua bagian yaitu :
1.                  Prinsip-Prinsip Umum
a.                   Prinsip Relevansi
b.                    Prinsip Fleksibilitas
c.                   Prinsip Kontinuitas (Kesinambungan)
d.                  Prinsip Praktis
e.                   Prinsip Efektivitas
2.                  Prinsip-Prinsip Khusus
a.`                 Prinsip berkenaan dengan tujuan pendidikan
B.                   Prinsip berkenaan dengan pemilihan proses belajar mengajar
c.                   Prinsip berkenaan dengan pemilihan media dan alat pengajaran
d.                  Prinsip berkenaan dengan pemilihan kegiatan penilaian

Sedangkan Asep Herry Hernawan dkk (2002) mengemukakan lima prinsip dalam pengembangan kurikulum, yaitu :
1.                  Prinsip Relevansi
Secara internal bahwa kurikulum memiliki relevansi di antara komponen-komponen kurikulum (tujuan, bahan, strategi, organisasi dan evaluasi).
Sedangkan secara eksternal bahwa komponen-komponen tersebut memiliki relevansi dengan tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi (relevansi epistomologis), (relevansi psikologis) serta tuntutan (relevansi sosilogis).
2.                  Prinsip Fleksibilitas
Dalam pengembangan kurikulum mengusahakan agar yang dihasilkan memiliki sifat luwes, lentur dan fleksibel dalam pelaksanaannya, memungkinkan terjadinya penyesuaian-penyesuaian berdasarkan situasi dan kondisi tempat dan waktu yang selalu berkembang, serta kemampuan dan latar bekang peserta didik.
3.                  Prinsip Kontinuitas
Adanya kesinambungandalam kurikulum, baik secara vertikal, maupun secara horizontal. Pengalaman-pengalaman belajar yang disediakan kurikulum harus memperhatikan kesinambungan.
4.                  Efektifitas
Mengusahakan agar kegiatan pengembangan kurikulum mencapai tujuan tanpa kegiatan yang mubazir, baik secara kualitas maupun kuantitas.
5.                  Efisiensi
Mengusahakan agar dalam pengembangan kurikulum dapat mendayagunakan waktu, biaya, dan sumber-sumber lain yang ada secara optimal, cermat dan tepat sehingga hasilnya memadai.
BAB III
PENUTUP




KESIMPULAN

Kurikulum merupakan rancangan pendidikan yang merangkum semua pengalaman belajar yang disediakan bagi siswa di sekolah.  Kurikulum disusun oleh para ahli pendidikan/ ahli kurikulum, ahli bidang ilmu, pendidikan, pejabat pendidikan, pengusaha serta unsur-unsur masyarakat lainnya. Rancangan ini disusun dengan maksud memberi pedoman kepada para pelaksana pendidikan, dalam proses pembimbingan perkembangan siswa, mencapai tujuan yang dicita-citakan oleh siswa sendiri, keluarga maupun masyarakat.
1.                  Prinsip-Prinsip Umum
a.       Prinsip Relevansi
b.      Prinsip Fleksibilitas
c.       Prinsip Kontinuitas (Kesinambungan)
d.      Prinsip Praktis
e.       Prinsip Efektivitas
2.                  Prinsip-Prinsip Khusus
a.`                 Prinsip berkenaan dengan tujuan pendidikan
C.                   Prinsip berkenaan dengan pemilihan proses belajar mengajar
c.                   Prinsip berkenaan dengan pemilihan media dan alat pengajaran
d.                  Prinsip berkenaan dengan pemilihan kegiatan penilaian






DAFTAR PUSTAKA


Hernawan, Asep Herry, dkk. 2010. Pengembangan Kurikulum dan Pengembangan.    Jakarta : Universitas Terbuka.
Depdiknas. 2008. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta : BP. Dharma Bakti.

Tidak ada komentar: